Balinetizen.com, Denpasar
Ditengah kasus penemuan potongan tubuh manusia di Pantai Ketewel, Gianyar pada Kamis (26/2/2026), Polda Bali tiba tiba menetapkan 6 warga negara asing (WNA) penculik Ihor Komarav (28), pria WNA Ukraina yang dilaporkan hilang oleh rekannya pada 15 Februari 2026.
Penetapan 6 tersangka tersebut memicu spekulasi, mengingat kasus hilangnya pria yang memiliki tato disekujur tubuhnya itu nyaris tidak terendus media lantaran diduga video Ihor yang penuh lebam pukulan dan mengaku diculik adalah hoax.
Kini sehari pasca penemuan potongan tubuh manusia yang menjadi korban mutilasi ini, kepolisian Polda Bali telah menetapkan 6 tersangka pelaku penculikan Ihor.
Mengapa, polisi begitu cepat menetapkan tersangka?
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Aria Sandy mengatakan bahwa berdasarkan perkembangan penyidikan Jumat (27/2/2026) 6 pelaku WNA yang berinisial RM, BK, AS, VN, SM, dan DH telah ditetapkan tersangka dan dilakukan red notice.

Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi menangkap satu orang WNA berinisial CH yang berusaha melarikan diri ke wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Awalnya kami mengamankan satu WNA berinisial CH yang berperan menyewa kendaraan menggunakan paspor palsu. Dari hasil pengembangan, enam orang lainnya kami tetapkan sebagai tersangka, yakni RM, BK, AS, VN, SM, dan DH,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy di Denpasar, Jumat (27/2/2026).
Kasus ini terungkap setelah teman korban melaporkan dugaan penculikan tersebut kepada pihak kepolisian pada 15 Februari 2026.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti tim gabungan dari Polda Bali dan Polres jajaran dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi.
Dalam proses penyelidikan, polisi menelusuri rekaman CCTV di sejumlah titik perlintasan yang diduga dilalui pelaku sebelum dan setelah kejadian.
Dari hasil analisis, terdeteksi satu unit kendaraan roda empat dan dua unit sepeda motor yang dicurigai terlibat dalam peristiwa tersebut. Kendaraan roda empat jenis Toyota Avanza diketahui disewa oleh seorang WNA, yakni CH.
Selanjutnya, kata Ariasandy, Polisi kemudian mendalami peran CH dan menemukan bahwa yang bersangkutan menyewa mobil serta dua sepeda motor atas perintah pihak lain dengan imbalan Rp6 juta.
Dari hasil penelusuran CCTV dan data GPS pada kendaraan, tim penyidik melacak rute perjalanan kendaraan tersebut dan titik-titik pemberhentiannya.
Hasil analisis menunjukkan kendaraan sempat berhenti di sebuah vila di wilayah Tabanan.
Polisi kemudian memeriksa vila tersebut dan menduga lokasi itu digunakan sebagai tempat korban merekam video siaran langsung yang sempat beredar.
Di lokasi vila, penyidik menemukan jejak darah yang kemudian diamankan untuk pemeriksaan forensik.
Selain itu, jejak darah juga ditemukan di dalam mobil Avanza yang digunakan pelaku.
“Hasil identifikasi sementara menunjukkan darah di kendaraan dan di vila tersebut identik,” katanya.
Ariasandy mengatakan berdasarkan temuan tersebut, penyidik mengembangkan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak yang menyewa vila serta pengendara sepeda motor yang terdeteksi berada di sekitar TKP maupun di sekitar tempat korban menginap.
Dari hasil pengembangan, polisi mengidentifikasi enam orang WNA yang diduga terlibat atau mengetahui peristiwa penculikan tersebut. Ketujuh tersangka kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Polda Bali menyatakan penyidikan masih terus berjalan guna mengungkap peran masing-masing tersangka serta motif di balik dugaan penculikan terhadap warga negara Ukraina tersebut.
Sebelumnya, seorang WNA Ukraina Ihor Komarav dilaporkan hilang pada Minggu (15/2) diduga diculik oleh orang tak dikenal.
Saat itu, korban dan rekan-rekannya hendak latihan mengendarai motor di medan tanjakan di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali.
Korban yang saat itu dibonceng oleh salah satu rekannya berada di posisi paling belakang. Namun, dalam perjalanan itu, Ihor dan satu rekannya diserang oleh orang tak dikenal.
Rekan yang satu motor dengan Ihor, kemudian berhasil melarikan diri dan melaporkan kepada teman-temannya yang ada di depan bahwa Ihor telah diculik oleh orang tak dikenal.
Setelah kejadian itu, teman korban pun melaporkan kejadian itu kepada Polsek Kuta Selatan.
Tak berselang lama, sebuah video yang disiarkan secara langsung oleh korban Ihor, diketahui sedang berada di sebuah vila dan meminta sejumlah uang tebusan sebanyak 168 miliar kepada keluarganya.
Polis pun melakukan penyelidikan terhadap tempat dimana korban mengambil video tersebut dan hasil tes DNA bercak darah di tempat itu dengan darah yang ada di mobil yang diduga digunakan oleh para tersangka identik.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

