Banjir Bandang Terjang Buleleng, 1 Warga Tewas dan 3 Orang Masih Hilang

0
186

Balinetizen.com, Buleleng

Cuaca ekstrem disertai hujan deras yang mengguyur Kabupaten Buleleng menyebabkan banjir bandang pada Jumat (6/3/2026) sore. Bencana ini menerjang Dusun Santal dan Dusun Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 22.10 Wita dari Camat Banjar. Meluapnya sungai di wilayah tersebut memicu banjir bandang yang menyeret sejumlah rumah warga.
Dalam peristiwa ini, empat warga dilaporkan menjadi korban. Satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dinyatakan hilang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak tujuh personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, tim SAR segera berkoordinasi dengan camat serta unsur SAR gabungan lainnya.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan bahwa korban meninggal dunia adalah Dewa Ketut Adi Suarjana (55), warga Dusun Santal.
Korban diduga terseret banjir saat berusaha menyelamatkan mobil miliknya. Ketika baru masuk ke dalam kendaraan, banjir bandang tiba-tiba datang menerjang. Berdasarkan keterangan saksi mata, korban sempat keluar dari mobil dan mencoba meraih pohon kopi untuk menyelamatkan diri.

Namun nahas, korban justru tertimpa pohon besar yang ikut terseret arus banjir. Jenazahnya ditemukan sekitar pukul 23.00 Wita setelah debit air mulai surut, kemudian dievakuasi ke RSU Pratama Tanguwisia.

Sementara itu, tiga korban lainnya berasal dari Dusun Ambengan, Desa Banjar. Ketiganya masih dinyatakan hilang setelah rumah mereka jebol akibat luapan Sungai Mendaum.

Ketiga korban tersebut diketahui bernama Komang Suci (44) bersama dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).
“Pencarian semalam terkendala kondisi gelap dan jarak pandang yang terbatas sehingga tidak efektif,” ujar Kadek Donny.

Baca Juga :  Tutup Akhir Tahun 2022, ST Yowana Dharma Satya Banjar Ketapian Kelod Gelar Pasar Murah 

Operasi pencarian sementara dihentikan pada pukul 00.20 Wita sesuai arahan Wakil Bupati Buleleng yang turut berada di lokasi kejadian. Tim SAR gabungan kemudian kembali ke kesatuan masing-masing.

Pada Sabtu pagi, tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian. Penyisiran difokuskan di sekitar rumah korban hingga area muara sungai dan sepanjang garis pantai.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya Rescue Pos SAR Buleleng, BPBD Buleleng, Polres Buleleng, Polsek Banjar, Brimob Gilimanuk, Pol Airud, Satpol PP, Dinas PUPR, Pemadam Kebakaran, PMI Buleleng, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

(Jurnalis : Tri Widiyanti/
SAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here