Pemkot Denpasar dan BI Bali Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Hari Raya

0
168

 

 

 

Balinetizen.com, Denpasar 

Pemerintah Kota Denpasar bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi, Ramadan, dan Idul Fitri melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar, Selasa (10/2/2026) di Kantor Wali Kota Denpasar dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

HLM TPID tersebut turut dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Kepala BPS Kota Denpasar I Made Juli Ardana, Manajer Supply Chain Perum Bulog Denpasar Eko Yudi Miranto, serta perangkat daerah yang tergabung dalam TPID Kota Denpasar.

Dalam arahannya, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada TPID Kota Denpasar dan Bank Indonesia Provinsi Bali atas sinergi, dukungan, serta pendampingan dalam pelaksanaan berbagai program pengendalian inflasi di Kota Denpasar.

Menurutnya, upaya pengendalian inflasi selama ini telah dilaksanakan secara konsisten melalui koordinasi lintas instansi dan implementasi berbagai program strategis daerah.

Namun demikian, ia mengingatkan seluruh pihak untuk tetap mencermati dinamika global, khususnya perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM).

“Jika harga minyak dunia meningkat, hal ini tentu dapat berdampak pada biaya transportasi, subsidi pemerintah, hingga mendorong kenaikan harga berbagai komoditas,” ujarnya.

Sementara itu, Bank Indonesia Provinsi Bali juga menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memperkuat pengendalian inflasi melalui TPID, khususnya menjelang periode HBKN.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan memaparkan perkembangan inflasi di Provinsi Bali dan Kota Denpasar serta sejumlah tantangan yang dihadapi, termasuk dinamika global seperti konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Baca Juga :  BFP 2024 Libatkan Puluhan Model Profesional

Selain itu, Bank Indonesia juga menyampaikan outlook inflasi serta strategi pengendalian inflasi yang perlu dilakukan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Untuk jangka pendek menjelang Nyepi dan Idul Fitri, beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain: pelaksanaan Operasi Pasar Murah, akselerasi Kerja Sama Antar dan Intra Daerah, Optimalisasi komunikasi publik terkait stabilitas harga.

Sementara dalam jangka panjang, strategi yang disiapkan meliputi penguatan ketahanan pasokan pangan serta peningkatan koordinasi kebijakan antar pemangku kepentingan.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sehingga inflasi di Kota Denpasar dan Provinsi Bali tetap berada dalam kisaran target 2,5±1 persen pada tahun 2026.

Pada kesempatan yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar memaparkan perkembangan inflasi terkini beserta komoditas yang menjadi penyumbang inflasi maupun deflasi.
BPS juga menyoroti kondisi ketersediaan bahan makanan yang belum sepenuhnya stabil akibat cuaca ekstrem serta potensi peningkatan permintaan menjelang hari raya Nyepi dan Idul Fitri.

Selain itu, BPS turut menyampaikan agenda Sensus Ekonomi 2026 yang diharapkan dapat memperkuat basis data statistik ekonomi sebagai landasan dalam perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan daerah.

Sementara itu, Perum Bulog menyampaikan bahwa ketersediaan cadangan pangan pemerintah di Bali, khususnya beras, dalam kondisi aman dan mencukupi.

Bulog juga memaparkan proses serta realisasi pengadaan pangan dan capaian penyaluran bantuan pangan sepanjang tahun 2025.

“Stok beras dipastikan memadai, termasuk untuk memenuhi kebutuhan selama HBKN Nyepi, Ramadan, dan Idul Fitri,” ungkap perwakilan Bulog.

Bulog juga menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan operasi pasar dan gerakan pangan murah bersama perangkat daerah anggota TPID guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

Baca Juga :  Jaya Negara Nyanggingin  Metatah Massal Banjar Petangan Gede Desa Adat Pohgading

Sebagai penutup, Pemerintah Kota Denpasar bersama Bank Indonesia dan seluruh anggota TPID berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakan pengendalian inflasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan pangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar yang berkelanjutan.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here