Balinetizen.com, Jembrana
Perkembangan olahraga domino ala Orado di Kabupaten Buleleng menunjukkan tren positif. Tahun ini turnamen yang digelar di kawasan Krisna Beach Street, Rabu (11/3/2026) diikuti 12 tim yakni 8 tim kategori senior dan 4 tim kategori junior.
Kategori senior diperuntukkan bagi peserta dengan usia 18 tahun ke atas, sedangkan kategori junior dari usia 14 tahun sampai sebelum berusia 18 tahun.
Ajang ini menjadi salah satu langkah awal memperkenalkan domino ala Orado sebagai olahraga rekreasi berbasis strategi dan kemampuan berpikir kritis.
Ketua Pengurus Cabang Orado Buleleng, Dewa Gede Kresna Mahaputra mengatakan, perkembangan permainan domino Orado saat ini mulai meluas di berbagai komunitas masyarakat di Buleleng.
“Permainan domino ala Orado sudah mulai berkembang melalui berbagai basis komunitas, banjar hingga sekolah. Permainan ini disambut baik oleh semua kalangan karena sebagian besar masyarakat sudah mengenal permainan domino sebelumnya,” ujar pria yang akrab disapa Dede.
Menurutnya, Domino ala Orado memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi cabang olahraga rekreasi baru seperti halnya catur yang mengedepankan strategi dan kecerdasan berpikir.
Tujuan utama kegiatan ini, kata dia, adalah untuk mencari bibit-bibit atlet potensial baik di kategori junior maupun senior di Kabupaten Buleleng.
“Target kami jelas, memperkenalkan serta membiasakan permainan domino ala Orado sebagai cabang olahraga rekreasi baru sekaligus mengubah citra negatif permainan domino menjadi aktivitas yang lebih positif dan edukatif,” ungkap Dede.
Selain itu, ia juga berharap olahraga ini kedepannya dapat berada di bawah naungan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) sehingga dapat dipertandingkan dalam berbagai kompetisi resmi seperti kejuaraan provinsi hingga ajang olahraga daerah.
Dede optimistis olahraga ini mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Bali. Karena permainan ini menuntut strategi, konsentrasi dan kemampuan analisis dalam menentukan setiap langkah.
Sementara itu, Ketua Orado Provinsi Bali, Dewa Mahayadnya yang akrab disapa Dewa Jack turut memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga ini di Bali.
Ia menilai olahraga domino ala Orado memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami berharap Orado dapat berkembang pesat di Bali karena permainan ini mampu mencerdaskan masyarakat melalui strategi dan kemampuan berpikir kritis,” ujarnya.
Ke depan, ia berharap akan lahir atlet dari Kabupaten Buleleng yang bisa tampil di ajang Porprov hingga level yang lebih tinggi.
Dewa Jack menambahkan jika olahraga ini dikembangkan secara konsisten, Orado tidak hanya menjadi olahraga rekreasi namun juga dapat menarik minat wisatawan yang datang ke Bali.
“Kami juga ingin memotivasi semua lapisan masyarakat untuk mulai mengenal Orado sebagai olahraga rekreasi sekaligus potensi wisata,” tandasnya.
Dengan semakin banyaknya komunitas dan pemain muda yang terlibat, diprediksi domino Orado kedepan memiliki peluang besar menjadi olahraga rekreasi baru di Bali. (Komang Tole)

