Data Terbaru Imbas Konflik Timur Tengah, 512 Turis Asing Ajukan Izin Tinggal Darurat di Bali

0
359

 

 

Balinetizen.com, Badung

Konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung sekitar dua minggu mulai berdampak pada sektor penerbangan internasional, termasuk di Bali.

Sejumlah wisatawan mancanegara (WNA) dilaporkan gagal kembali ke negaranya akibat penyesuaian jadwal hingga pembatalan penerbangan.

Data Kantor Imigrasi Bali mencatat hingga 13 Maret 2026 sebanyak 512 WNA di Bali mengajukan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) karena tidak dapat meninggalkan Indonesia sesuai jadwal penerbangan mereka.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Ferry Tri Ardhiansyah, menjelaskan ratusan WNA tersebut mengajukan izin tinggal darurat di beberapa kantor imigrasi di Bali.

“Total hingga 13 Maret tercatat 512 WNA telah mengajukan ITKT,” jelas Ferry, Sabtu (14/3/2026).

Ia merinci jumlah pengajuan tersebut tersebar di tiga kantor imigrasi di Bali, yakni:
319 orang di Kantor Imigrasi Ngurah Rai
179 orang di Kantor Imigrasi Denpasar
14 orang di Kantor Imigrasi Singaraja

Menurut Ferry, layanan pengajuan ITKT masih dibuka hingga 17 Maret 2026.
Namun setelah tanggal tersebut, pelayanan sementara ditutup karena libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

“18 Maret hingga 24 Maret layanan tutup karena libur Nyepi dan Lebaran,” ujarnya.

Sementara itu, Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, juga mengungkapkan dampak konflik Timur Tengah terhadap penerbangan internasional di Bali.

Berdasarkan data maskapai penerbangan, terdapat sekitar 14.000 calon penumpang keberangkatan yang terdampak penyesuaian jadwal penerbangan pada periode 28 Februari hingga 14 Maret 2026.

“Data tersebut merupakan jumlah calon penumpang keberangkatan dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal,” kata Eka Sandi.

Baca Juga :  Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Denpasar Ambil Langkah Tegas, 4 OTG Asal Sanur Kauh Dijemput Untuk Diisolasi di Rumah Singgah

Ia menegaskan penanganan terhadap para penumpang yang terdampak telah dilakukan oleh masing-masing maskapai sesuai kebijakan yang berlaku.

Di sisi lain, beberapa penerbangan menuju Timur Tengah mulai kembali beroperasi secara bertahap.

Salah satunya adalah maskapai Emirates yang kembali melayani penerbangan reguler menggunakan pesawat Airbus A380 dari dan menuju Bali.

Situasi ini diharapkan dapat membantu mempercepat kepulangan wisatawan yang sebelumnya tertunda akibat konflik yang mempengaruhi jalur penerbangan internasional.

(Jurnalis: Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here