Terjebak Kemacetan, Berangkat Pagi, Tiba di Ketapang Pagi

0
372

 

Balinetizen.com, Jembrana

Arus mudik Lebaran di wilayah Kabupaten Jembrana diwarnai kemacetan panjang pada H-6 Idul Fitri, Minggu (15/3/2026). Bahkan ekor kendaraan terpantau hingga depan Polsek Negara, kawasan Kota Negara sekitar pukul 09.45 WITA.

Untuk bisa menyeberang ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, pemudik terpaksa harus menunggu hingga hampir seharian penuh. Salah satu warga yang mengalami kemacetan adalah Witari, pemudik asal Jembrana yang akan pulang kampung ke daerah Kuningan, Jawa Barat.

Ia mengaku berangkat dari rumah bersama keluarga mengendarai kendaraan roda empat pukul 08.45 WITA. Namun setiba di jalan nasional jalur Denpasar-Gilimanuk di kawasan Desa Kaliakah, Kecamatan Negara terjebak kemacetan.

“Mobil menuju arah Gilimanuk tidak bisa bergerak, macet. Pukul 12.00 baru sampai di kawasan Desa Banyubiru,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).

Perjalanan menuju Pelabuhan dirasakannya sangat lama dan melelahkan. Ia yang beberapa kali terjebak kemacetan, tiba di kawasan Melaya sekitar pukul 18.00.

Kemacetan perlahan mulai cair, secara berlahan kendaraan mulai bergerak namun setiba di kawasan Sumbersari sekitar pukul 19.00 kembali macet. “Hitung-hitung melatih kesabaran. Saya sampai di kawasan hutan Cekik sekitar pukul 00.20,” imbuhnya.

Ia baru bisa masuk Terminal Kargo (buffer zona) pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 01.10 WITA dan sekitar pukul 05.40 masuk Terminal Manuver lanjut areal Pelabuhan Gilimanuk.

“Pukul 06.40 masuk kapal. Sampai di Pelabuhan Ketapang pukul 07.55. Suami saya sampai tidak tidur. Syukur mobil ridak ada masalah,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp (WA).

Sementara itu dari sisi operasional penyeberangan, ASDP menerapkan pola operasi sangat padat dengan mengoperasikan 35 unit kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Selain itu, skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) masih diterapkan di dermaga MB1, MB4, dan LCM, sehingga kapal yang tiba dapat langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan.

Baca Juga :  Samakan Persepsi dengan OPD, Bupati Kembang Minta Satu Komando Dalam Tarikan Napas Perjuangan

Data Posko Angkutan Lebaran mencatat arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa pada H-6 mengalami peningkatan signifikan. Total penumpang tercatat sebanyak 80.416 orang, naik 33,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 60.099 orang.

Jumlah kendaraan roda dua tercatat 18.306 unit atau naik 52,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 11.987 unit, sedangkan kendaraan roda empat mencapai 5.044 unit atau naik 9,2 persen dari tahun lalu 4.620 unit.

Kemudian bus tercatat 945 unit, naik 39 persen dibandingkan tahun lalu 680 unit, sementara truk tercatat 1.590 unit, turun 13,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 1.835 unit.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada H-6 mencapai 25.885 unit, atau naik 35,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 19.122 unit. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here