Kolaborasi Bali Topik dan Diaspora Alor Bersihkan Pantai Jerman

0
157

Balinetizen.com, Denpasar

Ribuan warga diaspora asal Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar aksi bersih sampah di kawasan Pantai Jerman, Minggu (5/4/2026) sore.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus wujud nyata rasa memiliki terhadap Bali sebagai tempat tinggal dan mencari nafkah.

Mengusung tema “Ngayah Untuk Bali – Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung”, aksi ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang digelar pada 15 Maret 2026 di Pantai Legian dan Pantai Kuta, dengan tema “Jaga Bali Rumah Kita Bersama”.

Koordinator kegiatan, Yos Koilmo, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari kesadaran para perantau untuk ikut bertanggung jawab menjaga lingkungan Bali.

“Kami sadar berasal dari Alor dan merantau ke sini. Karena itu, kami menerapkan prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung melalui kegiatan sosial seperti ini,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, yang menyediakan fasilitas kerja serta dua alat berat untuk mengangkut sampah.

Tokoh warga Alor di Bali, Frits Atabuy, menyebut persoalan sampah kini menjadi perhatian serius yang membutuhkan kesadaran bersama.

“Peduli lingkungan dimulai dari hal kecil. Gotong royong seperti ini harus terus dilakukan dan diedukasi, terutama terkait bahaya sampah plastik,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, baik pendatang maupun warga lokal, untuk bersama-sama menjaga Bali agar tetap bersih, asri, dan memiliki taksu.

Sementara itu, Founder Bali Topik, Rovin Bou, menegaskan bahwa media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga harus terlibat dalam aksi nyata.

“Hari ini Bali Topik kembali berkolaborasi dengan warga diaspora Alor. Kami juga berupaya mengoordinasikan dukungan fasilitas dari pemerintah melihat semangat luar biasa teman-teman di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Satu tangki Kilang Cilacap terbakar berisi produk Pertalite

Diketahui, ratusan hingga ribuan peserta yang terlibat berasal dari berbagai komunitas diaspora Alor di Bali, seperti Bungawaru, Klonbring, Otvai, Pitang Topuna, Kabola, Keluarga Batulolong, Kampoeng Alor, Klon Tebet Nuk, IKAP, Onongtou, Panbers, Pilanuku, Kailesa, Pisnuk Poumnuk, Tominuku, Habbang Wal, Ikatla, Taidu, hingga Gepab.
Aksi ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga kebersihan pantai sekaligus memperkuat semangat gotong royong lintas komunitas di Bali.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here