NasDem Bali Bantah Isu Akuisisi Partai, Tegaskan Tak Ada Rencana Fusi

0
160

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Ketua DPW Partai NasDem Bali, I Nengah Senantara, menegaskan bahwa isu terkait fusi, merger, maupun akuisisi partai yang beredar di media tidak benar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi wawancara di Denpasar, Selasa (14/4/2026).

Menurut Senantara, dalam dunia politik tidak dikenal istilah merger atau akuisisi sebagaimana lazim digunakan dalam dunia bisnis. Ia menekankan bahwa istilah yang pernah terjadi dalam sejarah politik Indonesia adalah fusi partai, yang terjadi karena dorongan negara, bukan kehendak internal partai.

“Yang dikenal dalam sejarah politik adalah fusi, dan itu pun karena dorongan negara. Sampai saat ini tidak ada pembicaraan ke arah sana,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa penggabungan partai bukan perkara sederhana, mengingat setiap partai memiliki ideologi yang berbeda sejak awal berdiri. Oleh sebab itu, isu mengenai penggabungan Partai NasDem dengan partai lain dinilai tidak berdasar dan cenderung menyesatkan.

NasDem Bali Pastikan Partai Solid
Menanggapi isu internal, DPW NasDem Bali memastikan kondisi partai tetap solid di bawah kepemimpinan Ketua Umum Surya Paloh. Dinamika yang terjadi disebut sebagai hal wajar dalam politik, terlebih NasDem saat ini menjadi salah satu kekuatan besar dengan tren peningkatan kursi di setiap pemilu.

“Situasi Partai NasDem solid. Dinamika itu biasa, sama seperti yang terjadi di partai lain. Justru karena NasDem berkembang pesat, hal itu menjadi perhatian dan memicu berbagai isu,” ujarnya.

Terkait pemberitaan Tempo yang memuat isu fusi dan dugaan pengambilalihan partai, NasDem menilai informasi tersebut tidak benar dan merugikan secara politis. Pemberitaan tersebut juga dianggap mendiskreditkan Ketua Umum serta institusi partai.

Sebagai langkah lanjutan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem telah mendatangi kantor redaksi Tempo untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban. Bahkan, NasDem secara resmi menuntut permintaan maaf dalam waktu 1×24 jam.

Baca Juga :  Ibu Putri Koster Turun Langsung Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat Desa Adat Batuyang

“Kami tidak menuntut secara materi. Yang kami minta adalah tanggung jawab atas pemberitaan yang tidak benar. Jangan sampai muncul kesan bahwa Partai NasDem diperjualbelikan atau diambil alih pihak lain,” tegas Senantara.

DPW NasDem Bali juga mengajak seluruh insan pers untuk menjaga etika jurnalistik dan menyampaikan informasi yang akurat kepada publik. Media dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi serta memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat.

“Kami berharap media dapat menjaga demokrasi, etika, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Ini adalah tugas bersama untuk memastikan bangsa ini berjalan sesuai cita-cita keadilan dan kesejahteraan,” pungkasnya.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here