Bupati Jember Bersama Kepala BGN, Resmikan Program Makan Bergizi Gratis

0
96

Balinetizen.com, Jember –

 

Pemerintah Kabupaten Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional. Hal ini terlihat dari kunjungan kerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) ke wilayah pelosok, tepatnya di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kamis (16/04/2026).

Kunjungan ini berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi langkah nyata memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Fokus utamanya adalah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar dirasakan hingga ke masyarakat di wilayah perbatasan.

Sejak pagi, rangkaian kegiatan telah dimulai. Pukul 08.00 WIB, rombongan tiba di lokasi, dilanjutkan kunjungan ke Dapur SPPG Wringinagung pada pukul 08.30 WIB. Setelah itu, rombongan bergerak ke Pondok Pesantren Nurul Chotib untuk sesi doorstop, sebelum akhirnya menutup kegiatan di Dapur SPPG Jombang sekitar pukul 10.20 WIB.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala BGN yang dinilai membawa dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih karena Kepala BGN tidak hanya datang ke pusat kota, tetapi juga turun langsung ke pelosok, bahkan hingga perbatasan. Ini bukti nyata bahwa perhatian pemerintah benar-benar sampai ke masyarakat bawah,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah pusat hadir langsung untuk melihat kondisi di lapangan, sekaligus meluncurkan SPPG dan membawa kabar baik terkait peningkatan kualitas serta jumlah penerima manfaat program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Menanggapi berbagai opini yang berkembang, Fawait menegaskan bahwa realita di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.
“Ketika kami turun ke masyarakat, banyak yang bertanya penuh harap, kapan sekolah mereka mendapat MBG. Ini menunjukkan program ini sangat dinanti. Bagi kami, ini bukan sekadar program, tapi harapan bagi masa depan anak-anak,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster Usulkan Agar Piala Untuk Pemenang Lomba Marathon Gunakan Desain Bali

Ia juga mengungkapkan bahwa program MBG telah memberikan dampak luas, tidak hanya bagi kesehatan anak-anak, tetapi juga bagi sektor ekonomi.
“Program ini sudah dirasakan sekitar 62 juta masyarakat Indonesia. Dampaknya besar, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha bahan pokok lokal ikut bergerak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyoroti pentingnya pembenahan data agar program berjalan tepat sasaran.
Ia mengungkapkan masih banyak calon penerima manfaat yang belum terdata, termasuk santri yang belum masuk data Kementerian Agama dan balita yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Kondisi ini banyak terjadi, terutama pada anak-anak dari latar belakang sosial tertentu. Ini menjadi perhatian serius agar tidak ada yang tertinggal dari program MBG,” jelasnya.
Menurutnya, pendataan menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Pendataan harus kita lakukan bersama agar semua penerima manfaat benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Jember berharap program Makan Bergizi Gratis terus diperkuat dan diperluas, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan unggul di masa depan.

(Bam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here