Balinetizen.com, Makassar
Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar menetapkan Makassar sebagai target strategis dalam pengembangan pasar wisata domestik. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Table Top Promosi Pariwisata Kota Denpasar yang digelar pada 16 April 2026.
Pemilihan Makassar dinilai tepat karena perannya sebagai hub utama kawasan Indonesia Timur, dengan karakter wisatawan yang aktif dan didominasi oleh repeat traveler ke Bali. Kondisi ini membuka peluang bagi Denpasar untuk menawarkan pendekatan promosi baru berbasis pengalaman autentik dan budaya lokal.
Kegiatan ini dihadiri oleh 77 buyer yang terdiri dari travel agent, corporate, dan influencer, serta mempertemukan mereka dengan 15 pelaku industri pariwisata dari Denpasar dalam format business to business (B2B).
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ni Luh Putu Riyastiti, menyampaikan bahwa strategi promosi kini tidak lagi berfokus pada pengenalan destinasi, melainkan pada penguatan nilai pengalaman wisata.
“Makassar kami lihat sebagai pasar strategis yang sudah sangat mengenal Bali. Oleh karena itu, kami menawarkan sesuatu yang berbeda, yaitu pengalaman yang lebih autentik, lokal, dan bermakna melalui Denpasar sebagai jantung budaya Bali,” ujarnya.
Sebagai kota yang merepresentasikan kehidupan budaya Bali yang aktif, Denpasar menghadirkan beragam pengalaman wisata yang bersifat partisipatif. Wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan tradisi, menikmati kuliner lokal, hingga menyaksikan aktivitas keseharian masyarakat.
Dalam forum ini, para buyer juga menjajaki berbagai produk wisata yang dapat dikembangkan menjadi paket perjalanan, mulai dari cultural experience, wisata kota, hingga potensi perjalanan kelompok dan MICE yang terus berkembang.
Selain itu, Pemerintah Kota Denpasar turut memperkenalkan Calendar of Event (CoE) 2026 sebagai daya tarik tambahan guna mendorong kunjungan ulang wisatawan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi mampu menghasilkan kerja sama konkret antara pelaku industri, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan ke Denpasar,” tambahnya.
Didukung konektivitas penerbangan yang semakin baik antara Makassar dan Denpasar, akses perjalanan kini menjadi lebih mudah dan efisien, baik untuk wisata maupun kegiatan bisnis.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Denpasar optimistis dapat memperluas pasar domestik, memperkuat posisi sebagai destinasi berbasis budaya dan pengalaman, serta mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan.(ist)

