Balinetizen.com, Badung-
Nulook Clinic merayakan hari jadinya yang ketiga dengan meluncurkan teknologi terbaru body contouring non-invasif, ONDA Pro pada Rabu (22/04/2026). Peluncuran yang digelar di klinik mereka di kawasan Legian ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan perawatan estetika berstandar global di Bali. Acara bertajuk “3rd Anniversary and Grand Launching of ONDA Pro: The New Era of Contouring Begins” ini dihadiri pelanggan VIP, manajemen, hingga pakar estetika. Teknologi ONDA Pro diperkenalkan sebagai solusi membentuk tubuh tanpa operasi maupun suntikan.
Aesthetic Doctor Nulook Clinic, dr. Hadrian Deka, mengatakan ONDA Pro hadir sebagai pelengkap dari layanan yang sudah ada, sekaligus menjawab kebutuhan pasien yang menginginkan perawatan tanpa tindakan invasif. “Banyak pasien ingin menghilangkan lemak, tapi tidak mau operasi atau takut jarum suntik. Dengan teknologi ini, lemak tetap bisa dikurangi tanpa prosedur tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ONDA Pro menggunakan teknologi Coolwaves® dengan gelombang mikro yang langsung menargetkan sel lemak di bawah kulit. Selain menghancurkan lemak, alat ini juga membantu mengurangi selulit dan mengencangkan kulit. Menurutnya, keunggulan utama treatment ini adalah tanpa downtime, sehingga pasien bisa langsung beraktivitas setelah perawatan. “Setelah treatment, pasien bisa langsung kembali beraktivitas seperti biasa. Ini yang jadi kelebihan dibanding metode lain,” kata dr. Deka.
dr. Deka menerangkan durasi perawatan bervariasi, mulai dari 30 menit per area, tergantung bagian tubuh yang ditangani. Untuk area tertentu seperti perut, waktu treatment bisa mencapai 1,5 hingga 2 jam. “Area yang cukup diminati misalnya bagian bra line, biasanya masing-masing sisi sekitar 30 menit,” terangnya.
Sementara itu, Manager Nulook Clinic, Irna Dwi Putri, menyebut peluncuran ONDA Pro menjadi hadiah spesial bagi pelanggan di momen ulang tahun ketiga klinik tersebut. “Ini persembahan untuk pasien yang ingin tubuh lebih langsing dan kencang tanpa rasa sakit. Antusiasnya cukup tinggi karena banyak yang mencari treatment non-invasif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, biaya treatment dibanderol sekitar Rp5 juta per area. Jika pasien mengambil beberapa area sekaligus, biaya akan disesuaikan dengan jumlah area yang ditangani. “Misalnya lengan kanan kiri atau pipi kanan kiri, tinggal dikalikan per area. Kami juga memberikan diskon 50 persen selama satu minggu dalam rangka anniversary,” jelas Irna. Sebelum grand launching, pihaknya juga telah melakukan soft launching dan sejumlah pasien sudah mencoba treatment tersebut dengan hasil yang cukup positif.
Dr. Deka menambahkan, keberhasilan treatment tetap bergantung pada pola hidup pasien setelah perawatan. Ia menekankan pentingnya menjaga pola makan agar hasil yang didapat bisa bertahan. “Lemak yang sudah dihancurkan bisa kembali jika tidak menjaga pola makan. Jadi treatment ini harus diimbangi dengan gaya hidup sehat,” katanya.
Dari hasil evaluasi pasien, perubahan ukuran tubuh sudah terlihat sejak awal treatment, dengan penurunan lingkar tubuh berkisar 1 hingga 5 sentimeter. “Efeknya langsung terasa karena lemak menjadi cair. Tapi untuk hasil maksimal, tetap perlu proses dan konsistensi,” tambahnya.
Dengan kehadiran ONDA Pro, Nulook Clinic berharap dapat memberikan alternatif perawatan kecantikan yang lebih nyaman, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern, khususnya bagi mereka yang ingin mendapatkan bentuk tubuh ideal tanpa prosedur bedah.
BN-Radha

