Balinetizen.com, Denpasar
Karoops Polda Bali Kombes Pol Soelistijono S.I.K., M.H., selaku Karendalops Keselamatan Agung-2026 menegaskan bahwa penindakan pelanggaran lalu lintas dalam Operasi Keselamatan Agung-2026 akan mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas melalui penegakan hukum berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan blangko teguran petugas di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Kombes Pol Soelistijono saat doorstop di lobi Mapolda Bali, Senin (2/2/2026). Ia didampingi Dirlantas Polda Bali, Kabid Humas Polda Bali, Danpomdam IX/Udayana, Kadishub Provinsi Bali, Kancab Jasa Raharja, serta Kepala Jasa Marga Jalan Tol Bali Mandara.
Soelistijono mengungkapkan bahwa angka pelanggaran lalu lintas di Bali pada periode 2024–2025 meningkat sebesar 54 persen. Namun, peningkatan ini tidak serta-merta direspons dengan penindakan tilang secara masif. Polda Bali lebih mengutamakan langkah edukasi dan teguran kepada pelanggar.
“Pelanggaran lalu lintas memang meningkat 54 persen, tetapi tidak semua ditindak dengan tilang. Kami tetap mengedepankan teguran dan edukasi agar masyarakat lebih sadar akan keselamatan berkendara,” ujarnya.
Di sisi lain, peningkatan pelanggaran tersebut juga diikuti dengan naiknya angka kecelakaan lalu lintas sebesar 2 persen. Hal ini menjadi salah satu dasar pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung-2026.
Adapun sasaran utama operasi meliputi: Pelanggaran yang berpotensi menyebabkan fatalitas kecelakaan lalu lintas, Pengendara tidak menggunakan helm atau sabuk keselamatan, Mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau sambil menggunakan ponsel dan Perilaku lain yang membahayakan pengguna jalan dan berisiko menimbulkan kecelakaan
Soelistijono menekankan bahwa pelaksanaan operasi mengedepankan Harkamtibmas melalui upaya preemtif dan preventif secara humanis, namun tetap didukung penegakan hukum profesional berbasis ETLE dan blangko teguran petugas.
Tujuan utama Operasi Keselamatan Agung-2026 adalah menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan kondusif menjelang arus mudik serta perayaan Idul Fitri pada Maret 2026.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas, menghindari pelanggaran sekecil apa pun, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara demi terwujudnya Bali yang aman dan kondusif,” tutup Kombes Pol Soelistijono.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

