Bupati Jembrana : Program Subsidi Kredit PMI Hadir untuk Ringankan Warga Bekerja ke Luar Negeri

0
50

 

Balinetizen.com, Jembrana

 

Program subsidi kredit PMI yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jembrana menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri. Lewat program tersebut, ratusan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Calon Peserta Pemagangan Luar Negeri (CPPLN) asal Jembrana kini lebih terbantu dalam memenuhi biaya keberangkatan.

Ratusan CPMI dan CPPLN itu resmi dilepas Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama stakeholder terkait di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Selasa (28/4).

Suasana haru dan penuh kebahagiaan nampak dari raut wajah para peserta yang akan berangkat menuju sejumlah negara tujuan di Benua Amerika, Eropa, kawasan Uni Emirat Arab (UEA).

Total CPMI dan CPPLN yang akan diberangkatkan sebanyak 456 orang dari 17 LPK yang ada di Jembrana dan itu dibagi dalam tiga sektor, yakni Hospitality (Perhotelan), Program Bahasa Jepang dan Spa Therapis.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengatakan program subsidi kredit PMI hadir untuk membantu masyarakat agar tidak kesulitan mencari biaya saat akan bekerja ke luar negeri. Menurutnya, pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat bisa berangkat secara aman, resmi, dan tidak terbebani pinjaman berbunga tinggi.

“Program ini kami hadirkan supaya masyarakat lebih ringan dalam mempersiapkan keberangkatan. Jangan sampai niat bekerja demi masa depan malah terbebani masalah biaya,” ujar Bupati.

Kendati belum optimal sepenuhnya, Pihaknya akan terus berupaya memperbaiki program ini sehingga betul-betul program ini dirasakan oleh masyarakat jembrana bahkan nantinya bisa diadopsi oleh daerah lainnya yang ada di Bali.

“Astungkara tadi kita juga sudah vidcon dengan PMI yang ada diluar negeri dan mereka berhasil bekerja lewat program subsidi kredit PMI. Yang ada hari ini, semuanya sedang berproses untuk memperoleh program tersebut, astungkara semuanya bisa terserap,” ungkap Bupati asal Desa Pangyangan, Pekutatan itu.

Baca Juga :  Gubernur Koster Siap Kawal Percepatan Transformasi Digital Pemerintah melalui Adopsi Infrastruktur Digital Publik

Kembang menilai peluang kerja di luar negeri masih sangat terbuka, terutama bagi tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kemauan belajar tinggi. Karena itu, para CPMI diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Bupati juga berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik daerah selama bekerja di luar negeri. Disiplin, etika, dan tanggung jawab disebut menjadi modal penting untuk bisa sukses di negeri orang.
“Tunjukkan kalau tenaga kerja asal Jembrana punya kualitas dan mampu bersaing. Bekerja dengan baik, jaga sikap, dan pulang nanti harus membawa pengalaman serta keberhasilan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Nakerprin, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi menjelaskan seluruh peserta sebelumnya telah mengikuti tahapan seleksi, pelatihan keterampilan, hingga pembekalan bahasa sesuai negara tujuan masing-masing.

Program subsidi kredit PMI sendiri mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka mengaku merasa lebih tenang karena adanya bantuan pembiayaan yang meringankan kebutuhan administrasi dan persiapan keberangkatan.

Acara pelepasan CPMI dan CPPLN ini juga diisi dengan pemberian materi oleh beberapa narasumber, seperti dari Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Provinsi Bali, Parjiman yang memberikan materi bagaimana mengelola keuangan saat berada di luar negeri, kemudian dari BP3MI Bali, terkait bagaimana perlindungan PMI, BPJS Ketenagakerjaan. (Prokopim Jembrana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here