Ekonomi Bali Tumbuh 5,82 Persen, Digitalisasi Jadi Kunci di Baligivation 2026

0
53

 

Balinetizen.com, Denpasar

Kick off Baligivation 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali berlangsung sukses di Prime Plaza Hotel Sanur, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan yang telah memasuki tahun keempat ini menjadi wadah strategis untuk mendorong edukasi serta akselerasi digitalisasi di masyarakat, melalui sinergi berbagai pihak guna memperkuat transformasi ekonomi Bali berbasis digital.
Tahun ini, Baligivation mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Bali melalui Penguatan Digitalisasi”, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan Bali sebagai pulau digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, R. Erwin Soeriadimadja, menegaskan bahwa momentum digitalisasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Bali.

“Pada tahun 2025, ekonomi Bali tumbuh sebesar 5,82 persen, melampaui pertumbuhan nasional dan menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir,” ujarnya, Selasa (28/4).

Menurutnya, sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung ekonomi Bali, terutama pada lapangan usaha akomodasi makanan dan minuman, transportasi, serta perdagangan. Hal ini didukung oleh jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai lebih dari 6,9 juta orang.

Selain itu, inflasi di Bali juga tetap terkendali di angka 2,81 persen pada Maret 2026. Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi Bali pada 2026 tetap berada di kisaran 5,5 hingga 5,9 persen, bahkan berpotensi menembus 6 persen.

Lebih lanjut, Erwin menyebutkan bahwa potensi pertumbuhan ekonomi Bali juga didorong oleh sejumlah faktor, seperti proyek strategis, penguatan sektor pertanian, serta percepatan digitalisasi di berbagai sektor.

Salah satu indikator keberhasilan digitalisasi adalah peningkatan penggunaan QRIS di Bali. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1,08 juta merchant atau UMKM telah menggunakan QRIS, dengan pertumbuhan mencapai 18,5 persen.

Baca Juga :  Penyakit Anjing yang Dapat Ditularkan ke Manusia Teridentifikasi di Iowa

Sementara jumlah pengguna QRIS mencapai 1,1 juta orang, dengan total transaksi sepanjang 2025 mencapai 172,73 juta transaksi dengan nilai sekitar Rp25 triliun.

“Pertumbuhan QRIS menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital semakin diterima masyarakat karena cepat, mudah, murah, aman, dan andal,” tambahnya.

Di sisi lain, Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK, Fithriadi, menekankan pentingnya penguatan integritas dan kepatuhan dalam sistem keuangan.
Ia menegaskan bahwa ekosistem keuangan yang sehat hanya dapat terwujud melalui pemahaman yang baik, komitmen kuat dari manajemen, serta budaya integritas dalam organisasi.

“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan industri berjalan secara legal, patuh terhadap regulasi, dan bebas dari penyalahgunaan untuk aktivitas ilegal,” jelasnya.

Melalui sinergi antar lembaga dan implementasi pengawasan yang efektif, diharapkan dapat tercipta sistem keuangan yang aman, transparan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara ini turut dihadiri oleh Wayan Koster, Kapolda Bali Daniel Adityajaya, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai penutup, seluruh pihak diajak untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong digitalisasi serta menjaga integritas sistem keuangan demi mendukung daya saing Bali di tingkat global.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here