Balinetizen.com, Denpasar –
Di tengah tren pertumbuhan sektor pariwisata yang semakin pesat, kebutuhan akan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik tetapi juga aman menjadi semakin penting. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo menghadirkan perlindungan asuransi yang terintegrasi langsung dalam ekosistem destinasi wisata, salah satunya di Desa Wisata Penglipuran, Bali.(19/05/26)
Kolaborasi ini dilakukan bersama PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) selaku perusahaan pengelola sistem tiket digital di Desa Penglipuran. Melalui kerja sama tersebut, Asuransi Jasindo menghadirkan perlindungan Personal Accident yang secara otomatis melekat pada tiket masuk pengunjung. Dengan pendekatan ini, perlindungan tidak lagi menjadi layanan tambahan, melainkan menjadi bagian penting dari pengalaman wisata masyarakat.
Desa Wisata Penglipuran sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali yang telah menerapkan sistem digitalisasi tiket secara menyeluruh melalui ticketing management system milik MKP. Sistem e-ticketing tersebut memungkinkan proses transaksi, validasi pengunjung, hingga pemantauan jumlah wisatawan berjalan lebih tertata, efisien, dan terintegrasi.
Melalui kolaborasi bersama Asuransi Jasindo, pengunjung kini juga mendapatkan manfaat tambahan berupa perlindungan asuransi kecelakaan diri yang otomatis terintegrasi dalam tiket masuk kawasan wisata. Inisiatif ini menjadikan Desa Penglipuran tidak hanya dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dunia, tetapi juga sebagai destinasi yang mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan melalui perlindungan yang terstandarisasi.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari transformasi peran asuransi dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, perlindungan kini harus hadir lebih dekat dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, termasuk saat berwisata.
“Kehadiran Asuransi Jasindo di destinasi wisata adalah bentuk komitmen kami dalam memastikan perlindungan hadir sebagai bagian dari pengalaman wisata masyarakat,” ujar Brellian.
Ia menjelaskan, perlindungan Personal Accident yang terintegrasi dalam tiket masuk mencakup santunan meninggal dunia akibat kecelakaan hingga Rp50 juta per pengunjung, santunan cacat tetap total maupun sebagian hingga Rp50 juta, penggantian biaya pengobatan akibat kecelakaan hingga Rp5 juta, biaya transportasi akibat kecelakaan hingga Rp1 juta, serta santunan rawat inap sebesar Rp150 ribu per hari dengan maksimal lima hari perawatan.
Menurut Brellian, perlindungan asuransi tersebut berlaku selama 1×24 jam atau sepanjang pengunjung berada di kawasan Desa Wisata Penglipuran. Dengan demikian, wisatawan akan mendapatkan perlindungan yang lebih menyeluruh selama menikmati aktivitas wisata di kawasan tersebut.
Representative Manager Asuransi Jasindo Cabang Denpasar, Erwyn Arys Sasongko, mengatakan integrasi perlindungan dalam tiket masuk merupakan pendekatan yang relevan dengan kebutuhan wisatawan masa kini.
“Dengan skema ini, wisatawan tidak perlu lagi memikirkan proses tambahan untuk mendapatkan perlindungan. Cukup dengan membeli tiket, mereka sudah terlindungi selama berada di kawasan wisata. Ini adalah bentuk layanan yang sederhana, namun memberikan nilai tambah yang nyata bagi pengalaman pengunjung,” jelasnya.
Sementara itu, CEO & Co-Founder PT Mitra Kasih Perkasa (MKP), Nicholas Anggada, menyebut kerja sama ini menjadi langkah lanjutan dalam pengembangan ekosistem wisata digital yang lebih aman dan terintegrasi di Desa Penglipuran.
“Tahun ini menjadi tahun keempat MKP dipercaya untuk mengelola ticketing system Desa Penglipuran secara holistik. Kami melihat kebutuhan wisatawan saat ini bukan hanya kemudahan transaksi dan akses masuk, tetapi juga rasa aman selama berada di destinasi wisata. Karena itu, kolaborasi bersama Asuransi Jasindo menjadi nilai tambah penting bagi pengunjung Desa Penglipuran,” ujarnya.
Lebih dari sekadar inovasi produk, kehadiran Asuransi Jasindo di Desa Wisata Penglipuran juga mencerminkan peran aktif perusahaan dalam mendukung pengembangan pariwisata nasional yang berkelanjutan. Integrasi perlindungan dalam ekosistem wisata dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan standar layanan destinasi sekaligus memperkuat kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ke depan, Asuransi Jasindo berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi strategis di berbagai destinasi dan sektor lainnya agar perlindungan dapat hadir di setiap aktivitas masyarakat.
“Perjalanan yang berkesan harus diiringi rasa aman. Melalui kehadiran kami di berbagai destinasi wisata, Asuransi Jasindo ingin memastikan setiap momen masyarakat terlindungi dengan baik,” tutup Brellian.(rls)

