Kasus BTID jadi Sorotan, 200 Tokoh Bali Turun Gunung Desak Pansus TRAP Selamatkan Tata Ruang dari Investasi Liar

0
68

Balinetizen.com, Denpasar –

 

Dukungan untuk Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali terus mengalir. Rabu (3/6), sekitar 200 tokoh dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bali.

Massa dari FOR HATI Bali terdiri dari tokoh adat, akademisi, pemuka agama, mahasiswa, hingga komunitas adat. Mereka menggelar audiensi di Wantilan DPRD Bali dan diterima langsung Ketua Pansus TRAP, Dr (c) I Made Supartha S.H., M.H.

Koordinator FOR HATI Bali, Dr. Anak Agung Made Sudarsa, SE., SH., MH., menegaskan forum ini lahir dari keprihatinan terhadap arah pembangunan di Bali. Isu yang disorot mulai dari tata ruang, lingkungan hidup, pembangunan kawasan pariwisata, hingga keberlangsungan kawasan suci.

“Forum ini lahir sebagai gerakan moral dan sosial untuk mengawal pembangunan Bali agar tetap berpijak pada kelestarian alam, budaya, spiritualitas, serta kepentingan masyarakat Bali secara berkelanjutan,” kata Sudarsa usai audiensi, Rabu (3/6).

Menurutnya, pengawasan konsisten diperlukan agar kebijakan pembangunan tidak hanya berorientasi ekonomi, tapi juga melindungi lingkungan, budaya, dan berpihak ke masyarakat lokal.

Audiensi tersebut dihadiri tokoh penting Bali. Dari unsur agama hadir Ida Shri Bhagawan Yogananda. Tokoh masyarakat Jro Gede Sudibya, mantan anggota MPR RI utusan Bali, juga terlihat hadir.

Kalangan akademisi diwakili Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si. dari Universitas Udayana dan Prof. Dr. I Gede Sutarya dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa. Turut hadir Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Bali dr. Wayan Sayoga, komunitas Pulau Serangan, dan pengempon pura di kawasan PT Jimbaran Hijau.

Dukungan anak muda juga kuat. BEM dari 9 kampus turun langsung, antara lain BEM Unud, Warmadewa, Mahasaraswati, Dwijendra, UHN Sugriwa, UNHI, Mahadewa Indonesia, ISI Denpasar, dan Universitas Saraswati.

Baca Juga :  Kunjungi Pasar Rakyat Gianyar, TP PKK Kabupaten Tabanan Dukung Kegiatan Berbelanja dan Berbagi

Salah satu isu utama yang dibawa FOR HATI Bali adalah kondisi Pulau Serangan. Mereka mendorong Pansus TRAP memastikan pengelolaan kawasan tersebut dilakukan secara berkelanjutan.

FOR HATI Bali berharap pengawasan proyek strategis di Bali dilakukan transparan, akuntabel, dan melibatkan partisipasi masyarakat. Terutama yang menyangkut ruang hidup, lingkungan, dan warisan budaya Bali.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, mengapresiasi dukungan tersebut.

“Keterlibatan aktif masyarakat, akademisi, tokoh agama, dan generasi muda menjadi energi positif bagi Pansus dalam menjalankan tugas pengawasan,” ujarnya.

Dukungan FOR HATI Bali menambah daftar panjang elemen sipil yang mengawal Pansus TRAP. Kolaborasi legislatif dengan masyarakat dinilai jadi kunci mewujudkan pembangunan Bali yang berkelanjutan sesuai filosofi Tri Hita Karana: harmoni manusia, alam, dan budaya.(IVI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here