Balinetizen.com, Denpasar
Jagat media sosial di Bali dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan satu unit sepeda motor terbakar hebat di kawasan Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Peristiwa kebakaran menimpa sebuah sepeda motor operasional milik PT Semangat Dapur Bersama pada Senin (22/6/2026) malam, sekitar pukul 18.30 WITA. Insiden ini tepatnya terjadi di Simpang Buagan, Desa Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat.
​Berdasarkan data yang dihimpun, sepeda motor yang hangus terbakar adalah Honda Kharisma berwarna abu-abu dengan nomor polisi DK 5603 ABG.
​Kejadian bermula saat pengendara motor bernama Rehan Achmad (20) sedang dalam perjalanan pulang dari pasar menuju tempat tinggalnya melintasi Jalan Imam Bonjol. Namun, saat mendekati Tempat Kejadian Perkara (TKP), kendaraan yang dikendarainya mendadak tidak stabil dan mati-matian.
​Tak berselang lama, percikan api mulai muncul dari bagian bawah mesin motor. Sadar akan bahaya, Rehan langsung bergegas menepikan kendaraan tersebut.
​”Saat menepi, api justru langsung membesar dari bagian mesin. Saksi sempat berupaya meminta pertolongan kepada warga sekitar dan mencari air galon untuk memadamkan api, namun kobaran api telanjur membesar dengan cepat,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Selasa (23/6).
​Warga yang melihat kejadian tersebut segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sebanyak dua unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Denpasar langsung dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.
​Berkat kesigapan petugas, pada pukul 18.50 WITA, kobaran api yang melalap seluruh badan motor operasional tersebut akhirnya berhasil dipadamkan secara total.
​Pihak kepolisian menduga kuat bahwa sumber api yang memicu kebakaran hebat ini berasal dari adanya korsleting atau hubungan arus pendek pada sistem kelistrikan mesin motor.
​Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Pengendara motor berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
​”Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah kebakaran tersebut. Sementara itu, pihak korban (perusahaan) memilih untuk tidak melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian karena menganggap insiden ini murni sebagai musibah,” tutup Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

