Balinetizen.com, Denpasar
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali untuk memperkuat sinergi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Bali dalam menjaga stabilitas keamanan dan demokrasi di Pulau Dewata.
Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, menghadiri upacara HUT Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Rabu (1/7/2026).
Kehadirannya menjadi simbol penguatan kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan aparat penegak hukum dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, baik di lapangan maupun di ruang digital.
Agus Tirta Suguna menegaskan, tantangan pengawasan ke depan memerlukan respons cepat berbasis early warning system.
Menurutnya, Polri memiliki peran strategis dalam mendeteksi dan meredam potensi riak sosial di tingkat akar rumput sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Bawaslu Provinsi Bali mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada institusi Polri, khususnya Polda Bali. Polri bukan hanya mitra kerja, tetapi benteng yang memastikan demokrasi berjalan di atas prinsip hukum, keamanan, dan keadilan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang melibatkan Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci percepatan penanganan tindak pidana pemilu sekaligus memberikan efek jera kepada pelaku pelanggaran.
Menurut Agus, Bali memiliki karakteristik kerawanan yang berbeda karena erat kaitannya dengan aspek adat dan budaya. Oleh sebab itu, pendekatan humanis yang selama ini diterapkan Polda Bali melalui peran Bhabinkamtibmas bersama Panwaslu Kelurahan/Desa dinilai efektif dalam menjaga kondusivitas masyarakat.
Selain pengawasan di lapangan, Bawaslu Bali juga menaruh perhatian besar terhadap ancaman di ruang digital. Penyebaran hoaks, kampanye hitam, hingga ujaran kebencian menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama melalui penguatan kerja sama antara Bawaslu dan Tim Siber Polda Bali.
“Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari proses di tempat pemungutan suara, tetapi juga dari ruang digital yang bebas dari intimidasi, manipulasi informasi, dan penyebaran hoaks. Di sinilah sinergi siber bersama Polri menjadi sangat penting,” kata Agus.
Ia berharap peringatan HUT Bhayangkara ke-80 semakin memperkuat komitmen Polri dalam menjaga netralitas dan profesionalisme sebagai aparat penegak hukum. Netralitas tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses dan hasil demokrasi.
Upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Lapangan Niti Mandala Renon dihadiri Kapolda Bali, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, tokoh adat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan juga menampilkan parade kesiapan personel dan alutsista sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan, stabilitas politik, dan sektor pariwisata Bali.(nij)

