Balinetizen.com, Buleleng
Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Kempo Indonesia (FKI) yang dibuka di GOR Undiksha Jinengdalem, Singaraja pada Jumat (10/7/2026), di ikuti 251 kesatria, official, wasit, dan panitia dari 15 provinsi se Indonesia.
Ajang tersebut menjadi wadah menjaring bibit atlet berprestasi yang diproyeksikan tampil di kejuaraan internasional. Artinya ratusan atlet kempo dari berbagai provinsi di Indonesia bersaing dalam Kejurnas Kempo 2026 di Buleleng untuk mendapat tiket untuk berlaga di kancah internasional. Hal inipun diharapkan memantik peluang Buleleng menjadi tuan rumah kejuaraan nasional lainnya, malahan kejuaraan dunia.
Ketua Panitia Kejurnas FKI 2026, Yulianto Maris saat dikonfirmasi awak media usai acara pembukaan mengatakan keberadaan FKI di Indonesia ada di 23 provinsi. Untuk Kejurnas kali ini, yang ikut berpartisipasi hanya FKI yang ada di 15 provinsi dengan jumlah peserta yang bertanding sebanyak 143 atlet di 43 kelas yang dipertandingkan dari tanggal 10-11 Juli 2026.
“Dari 143 atlet ditambah dengan official, wasit, peserta ujian kenaikan tingkat, peserta refreshment wasit, serta panitia pusat dan daerah, maka total yang hadir di Kejurnas kali ini sebanyak 251 orang,” ungkapnya
Lebih lanjut dikatakan penyelenggaraan Kejurnas tahun ini tidak semata-mata berorientasi pada perebutan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan atlet secara berkelanjutan untuk nantinya bisa berlaga di kancah internasional.
“Kejurnas kempo kali ini, kita di panitia mempertandingkan 43 kelas, yakni pada nomor Embu atau kerapian teknik, baik perorangan maupun beregu, serta nomor Randori atau pertarungan, baik perorangan maupun beregu,” ucapnya.
“Seluruh nomor dibagi berdasarkan kelompok usia dan kelas berat. Sehingga memberikan kesempatan yang luas bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tandas Yulianto Maris.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng yang juga Ketua KONI Buleleng, Gede Supriatna menyambut positif penyelenggaraan Kejurnas Kempo di Buleleng.
“Buleleng diberikan kepercayaan sebagai tuan rumah kejurnas, hal ini menunjukkan daerah kita ini semakin diperhitungkan sebagai destinasi penyelenggaraan event olahraga berskala besar, baik nasional dan harapannya juga internasional,” ujarnya.
Menurut dia, kehadiran ratusan atlet, ofisial, dan pendukung dari berbagai daerah akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, ekonomi masyarakat, serta memperkuat pengembangan sport tourism di Kabupaten Buleleng.
“Sebelumnya, kita juga sukses menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Vovinam yang menghadirkan peserta dari berbagai negara. Hal ini tentunya menunjukan bahwa kita bisa menjadi venue kejuaraan tingkat nasional maupun dunia,” tegas Supriatna.
“Penyelenggaraan Kejurnas FKI 2026 di Buleleng, kita harapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga semakin mengukuhkan posisi Buleleng sebagai salah satu pusat penyelenggaraan event olahraga nasional yang mampu mendukung kemajuan olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah,” pungkasnya. GS

