Capaian PLN UID Bali Lampaui Target Semester I 2026, Penjualan Listrik Tumbuh 7,85 Persen

0
59

PT PLN (Persero) UID Bali dan manajemen Hotel Hyatt Regency Bali berdiskusi mengenai penguatan koordinasi keandalan pasokan listrik serta peluang pemanfaatan layanan kelistrikan PLN untuk mendukung rencana pengembangan kawasan hotel dan villa di Sanur.

 

Balinetizen.com, Denpasar

Bali terus menunjukkan geliat pertumbuhan ekonomi yang positif pada Semester I 2026. Meningkatnya aktivitas masyarakat, sektor pariwisata, perdagangan, hingga industri tercermin dari pertumbuhan konsumsi listrik yang mencapai 7,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat penjualan tenaga listrik sebesar 4.111,51 GWh hingga Juni 2026 atau melampaui target semester I dengan capaian 101,50 persen, sebagai wujud komitmen PLN dalam memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha tetap terpenuhi secara andal.

General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim mengatakan, pertumbuhan konsumsi listrik tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas ekonomi di Bali. Menurutnya, listrik memiliki peran strategis sebagai penggerak berbagai sektor, sehingga PLN terus berupaya menjaga keandalan pasokan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi seluruh pelanggan.

“Pertumbuhan konsumsi listrik mencerminkan semakin bergeliatnya aktivitas masyarakat dan dunia usaha di Bali. PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman, pelaku usaha semakin produktif, dan iklim investasi di Bali terus tumbuh. Keandalan listrik menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Ajrun.

Pertumbuhan penjualan listrik terjadi di hampir seluruh kelompok pelanggan. Sektor bisnis menjadi penyumbang konsumsi terbesar dengan realisasi 1.898,27 GWh, meningkat 8,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, sektor rumah tangga mencatat konsumsi sebesar 1.838,69 GWh atau tumbuh 7,17 persen, sedangkan sektor industri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,47 persen menjadi 131,65 GWh. Peningkatan tersebut didorong oleh berkembangnya aktivitas hotel dan akomodasi, perdagangan, restoran dan kuliner, serta sektor industri seperti pengolahan air dan limbah, makanan dan minuman, hingga perikanan.

Baca Juga :  Menteri PPPA dukung tuntutan JPU atas terdakwa Herry Wirawan

Seiring meningkatnya kebutuhan listrik, kepercayaan masyarakat terhadap layanan PLN juga terus bertambah. Hingga Juni 2026, PLN UID Bali berhasil menambah 53.943 pelanggan baru, atau mencapai 132,81 persen dari target semester I sebanyak 40.618 pelanggan. Pada periode yang sama, daya tersambung meningkat 230,35 MVA, atau 117,94 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan listrik masyarakat maupun pelaku usaha untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan pengembangan usaha di berbagai sektor.

Untuk mengimbangi pertumbuhan tersebut, PLN terus memastikan sistem kelistrikan Bali memiliki kapasitas yang memadai. Hingga Juni 2026, sistem kelistrikan Bali memiliki daya mampu pasok sebesar 1.518 MW dengan beban puncak sebesar 1.234 MW, sehingga masih tersedia cadangan daya yang cukup untuk mendukung pertumbuhan pelanggan, investasi baru, maupun penyelenggaraan berbagai agenda nasional dan internasional di Pulau Dewata.

Selain menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Bali. Hingga Juni 2026, telah tersedia 206 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terdiri atas 153 unit milik PLN dan 53 unit milik mitra, tersebar di berbagai wilayah strategis Bali. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat dan wisatawan dalam menggunakan kendaraan listrik sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih.

Ajrun menegaskan, PLN akan terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan, mempercepat penyambungan pelanggan, serta menghadirkan layanan yang semakin mudah melalui transformasi digital agar mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan listrik di Bali.

“Kami optimistis kebutuhan listrik di Bali akan terus meningkat seiring berkembangnya sektor pariwisata, investasi, dan aktivitas masyarakat. PLN siap mendukung pertumbuhan tersebut melalui pasokan listrik yang andal, layanan yang semakin mudah diakses, serta pengembangan infrastruktur kelistrikan yang berkelanjutan demi mewujudkan Bali yang semakin maju dan berdaya saing,” tutup Ajrun. (rls)

Baca Juga :  Pemkab Badung Serahkan Hibah Kendaraan Untuk Kodam IX Udayana dan Kodim 1611 Badung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here