6 Hari Gebyar Bulfest 2026, Hibur Masyarakat Dengan Seni Budaya Dan Kuliner Khas Buleleng

0
44

 

Balinetizen.com, Buleleng

Pemerintah Kabupaten Buleleng dibawah kepemimpinan Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra,Sp.OG Dan Wabup Gede Supriatna,SH di perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 81 berusaha menghibur warga masyarakat Buleleng dengan menggelar Buleleng Festival (Bulfest) di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja (SAR) yang dimulai dari tanggal 18 – 23 Agustus 2026 mendatang.

Gelaran Buleleng Festival di Tahun 2026 ini, mengusung tema filosofis ‘Uriping Rasa’ atau menghidupkan kembali rasa, cerita, dan identitas daerah, yang dirancang sebagai lorong waktu membawa masyarakat serta wisatawan menyusuri atmosfer khas Singaraja tempo dulu dengan sajian kesenian dan kuliner legendaris khas Buleleng.

“Bulfest 2026 bukan sekadar panggung hiburan tahunan biasa, melainkan momentum historis untuk merekonstruksi kebanggaan warga Bali Utara atas sejarah panjang daerahnya,” demikian penegasan yang disampaikan Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG saat menggelar jumpa pers bersama puluhan awak media di Rumah Makan Soenda Ketjil, Singaraja, pada Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, Buleleng ini memiliki rekam jejak yang sangat kuat sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan kebudayaan masa lalu.

“Melalui Bulfest 2026, kami tidak hanya menghadirkan nuansa fisik kota lama, tetapi menyalakan kembali ‘Uriping Rasa’—rasa memiliki, rasa bangga, dan rasa cinta terhadap warisan leluhur. Dan dalam hal ini, kami mengundang seluruh masyarakat untuk merasakan kembali romantisme Singaraja tempo dulu,” jelas Bupati Sutjidra didampingi Wabup Supriatna.

Daya tarik utama festival tahun ini terpusat di Zona A (Area Buleleng Tempo Dulu) yang membentang dari Tugu Singa Ambara Raja, Jalan Ngurah Rai, Gedung Laksmi Graha, hingga kawasan bersejarah Soenda Ketjil. Di kawasan ini, pengunjung akan disuguhkan pengalaman imersif (immersive experience) berupa bioskop tempo dulu, pasar tradisional rakyat, permainan anak masa lampau, parade seni jalanan, serta sajian kuliner legendaris khas Bali Utara yang dipadukan dengan konsep etalase vintage masa lalu.

Baca Juga :  Wabup Suiasa Ikuti Vidcon Pemantapan Pilkada Serentak 2020

Guna menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, perhelatan ini merangkul sebanyak 105 UMKM terkurasi yang mencakup sektor kriya, kuliner olahan lokal, fesyen, hingga produk ekonomi kreatif unggulan..

Ketua Panitia Bulfest 2026, Putu Ariadi Pribadi mengatakan keterlibatan sektor UMKM dan pegiat seni merupakan pilar utama festival.

“Kami membagi festival ke dalam tiga zona terpadu, mulai dari kawasan heritage tempo dulu, zona creative space anak muda, hingga zona budaya berkelanjutan. Seluruh lapak UMKM di zona sejarah didesain dengan estetika vintage agar selaras dengan narasi Buleleng masa lalu,” terangnya.

Selain pemberdayaan UMKM, panggung Bulfest 2026 juga akan dimeriahkan oleh lebih dari 60 kelompok kesenian daerah dan musik modern. Pementasan kolosal, seperti Tari Trunajaya, Wiranjaya, dan Palawakya dengan melibatkan ratusan penari dari berbagai sanggar lokal akan bersanding dengan penampilan atraksi gong kebyar legendaris, drama gong, hingga grup musik nasional seperti KLa Project, Dialog Dini Hari, Lolot, dan White Swan untuk menjangkau generasi muda.

Guna menjamin kenyamanan dan kelancaran selama enam hari penyelenggaraan, Pemkab Buleleng menerjunkan 200 personel keamanan gabungan TNI, Polri, Satpol PP, serta Pecalang setiap harinya. Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng bersama Polres dan Desa Adat Buleleng juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas serta tata kelola kantong parkir strategis. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Bulfest 2026 optimistis mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mengukuhkan Singaraja sebagai pusat destinasi wisata sejarah dan budaya berkelas di Bali. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here