Gubernur Koster Minta Bandara Ngurah Rai Berkelas Dunia, Waktu Tunggu Bagasi Turun Jadi 13–40 Menit

0
171

Balinetizen.com, Denpasar

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (15/8/2026). Rakor tersebut diikuti seluruh instansi penyelenggara pelayanan di Bandara Ngurah Rai.

Hadir dalam rakor antara lain General Manager Angkasa Pura, Kepala Kantor Imigrasi, Kepala Otoritas Bandara, Kepala Bea Cukai, serta unsur terkait lainnya.

Rakor ini merupakan evaluasi lanjutan yang sebelumnya digelar pada 23 Agustus 2025 dan 28 Desember 2025. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai terus meningkat.

Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari ground handling, keimigrasian, bagasi dan ban berjalan, Bea Cukai, sistem komunikasi, keamanan, kelistrikan, toilet, kebersihan, ruang tunggu, hingga fasilitas dan keindahan terminal.

Pada rakor pertama Agustus 2025, Gubernur Koster menerima keluhan langsung dari penumpang terkait lamanya waktu tunggu bagasi yang mencapai lebih dari satu jam. Selain itu, antrean imigrasi dan pemeriksaan Bea Cukai juga dinilai masih membutuhkan perbaikan.

Koster kemudian meminta waktu tunggu bagasi ditekan dari sekitar 1,5 jam menjadi 30–45 menit. Ia juga meminta perbaikan sejumlah fasilitas, termasuk penggantian ban berjalan yang sudah tua, toilet, furnitur di area Bea Cukai, penyediaan kursi bagi penumpang yang menunggu bagasi, fasilitas komunikasi, kebersihan, serta kualitas penerangan.

Pada rakor kedua 28 Desember 2025, seluruh instansi melaporkan langkah perbaikan yang telah disiapkan. Gubernur Koster kemudian menyetujui usulan tersebut dan meminta seluruh perbaikan dilaksanakan secara konsisten dan bertanggung jawab.

Berdasarkan laporan seluruh instansi, waktu tunggu bagasi untuk pesawat berukuran sedang dan kecil kini berada pada kisaran 13–30 menit. Sementara untuk pesawat berukuran besar dengan jumlah penumpang lebih banyak, waktu tunggu bagasi berada di kisaran 18–40 menit.

Baca Juga :  Sekda Alit Wiradana Hadiri Rakor  Tematik Pemberantasan Korupsi Terintegrasi

Pelayanan keimigrasian juga semakin cepat dengan pemanfaatan autogate dan paspor elektronik. Namun, masih terdapat sejumlah negara yang mayoritas penumpangnya menggunakan paspor biasa sehingga proses pemeriksaan tetap membutuhkan waktu lebih lama.

Selain itu, kondisi fasilitas bandara disebut telah mengalami perbaikan. Program penggantian toilet yang sudah tua, pengadaan furnitur, penambahan petugas pelayanan, serta berbagai perbaikan lainnya juga terus dilakukan.

Gubernur Koster mengapresiasi upaya seluruh pihak yang telah melakukan perbaikan sehingga terjadi peningkatan signifikan dalam pelayanan penumpang.

Ia meminta kualitas pelayanan yang sudah baik dipertahankan, sementara berbagai kekurangan yang masih ditemukan segera diperbaiki.

Menurut Koster, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memiliki posisi sangat strategis karena menjadi pintu utama kedatangan wisatawan ke Bali sekaligus salah satu etalase Indonesia di mata dunia.

“Pelayanan harus berkualitas dan berdaya saing mengingat Bali merupakan destinasi wisata utama dunia, sekaligus etalase utama Indonesia di dunia,” ujar Koster saat rakor, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Koster menegaskan Bandara Ngurah Rai harus mampu menerapkan standar pelayanan berkelas dunia. Sebab, kualitas pelayanan bandara tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan penumpang, tetapi juga menentukan citra Bali dan Indonesia di mata wisatawan internasional.

Sebagai informasi, sepanjang 2025, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani kedatangan sekitar 7,05 juta wisatawan mancanegara, atau sekitar 45,8 persen dari total 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Selain itu, lebih dari 9 juta wisatawan domestik juga menggunakan bandara tersebut.

Koster menilai keberadaan Bandara Ngurah Rai dan kualitas pelayanannya sangat menentukan keberhasilan pariwisata Bali yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Pariwisata Bali, lanjutnya, tidak hanya menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional dan devisa sektor pariwisata Indonesia.

Baca Juga :  Pemkab Klungkung Optimalisasikan Penataan Lapangan Puputan Dengan Balai Budaya

Karena itu, Gubernur Koster memastikan koordinasi lintas instansi terkait pelayanan Bandara Ngurah Rai akan terus dilakukan secara rutin. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bandara sebagai pintu gerbang utama Bali dan Indonesia.(RLs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here