100 Mobil Volkswagen Jelajah Tabanan, VLIP #6 Dorong Pariwisata dan UMKM

0
341

 

Balinetizen.com,Tabanan

Sekitar 100 mobil Volkswagen dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan Ciputra Beach Resort, Pangkung Tibah, Tabanan, Sabtu (29/8/2026). Kehadiran sekitar 150 peserta dalam Volkswagen Lost in Paradise (VLIP) #6 ini bukan sekadar agenda touring, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan potensi wisata Tabanan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

Ciputra Beach Resort menjadi titik awal perjalanan para pencinta Volkswagen sebelum mereka menjelajahi sejumlah kawasan di Tabanan, termasuk Jatiluwih dan Tanah Lot. Para peserta sebelumnya mengikuti registrasi, berkumpul, serta menikmati camping di kawasan dekat Pantai Batu Tampih.

Ketua Umum Volkswagen Indonesia Association (VIA), Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, mengatakan kegiatan VLIP menjadi bagian dari agenda komunitas Volkswagen yang secara rutin berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya.

“Tidak ada yang pernah kebetulan, semua diatur dari atas. Kita bisa ketemu di sini dan tergantung kita mau memaknai dan memanfaatkannya atau tidak,” kata Nanan.

Nanan menyebut VIA saat ini menaungi lebih dari 100 klub Volkswagen di Indonesia. Dalam kegiatan di Bali, sekitar 20 klub ikut ambil bagian.

“Hari ini memang ulang tahun VW Indonesia Association yang ke-33. Jadi lebih tua Balinya, Pak, ketimbang VIA-nya. VIA itu adalah asosiasi yang dibuat oleh klub-klub yang ada sebelumnya, termasuk Bali,” ujarnya.

Menurut Nanan, kegiatan touring menjadi salah satu cara komunitas Volkswagen menjaga hubungan antaranggota sekaligus menikmati perjalanan dengan kendaraan klasik yang mereka miliki.

“Ada yang bilang, ngapain sih pakai VW tua-tua, mogok-mogok. Itu kebahagiaan,” katanya.

Bagi Nanan, pengalaman mengalami kendala di perjalanan justru menjadi bagian dari cerita komunitas.

“Itu kebahagiaan. Saya pernah mengatakan bahwa musibah sekalipun adalah anugerahnya, tergantung kita mau memaknainya. Jadi bagaimana kita memaknainya, bagaimana kita menyikapinya,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, mengatakan Pemkab Tabanan menyambut kedatangan komunitas Volkswagen karena kegiatan tersebut memberikan ruang untuk memperkenalkan karakter Tabanan sebagai daerah agraris dengan alam yang masih terjaga.

Baca Juga :  Putu Eka Martini Gantikan I Made Madia Surya Natha Sebagai Lurah Legian

“Tabanan ini adalah kota agraris, kota pertanian yang sering dijuluki kota lumbung pangannya Bali. Jadi kita masih punya alam yang sangat asri, tenang, dan juga menjadi titik awal kita, tempat bagi kita untuk memulai perjalanan hari ini dari Tabanan,” ujar Susila.

Ia mengatakan rute perjalanan menuju Jatiluwih memberikan pengalaman berbeda bagi peserta karena mereka dapat menikmati lanskap persawahan dan suasana pedesaan Tabanan.

“Kalau kita lalui perjalanan kita dari sini sampai ke Jatiluwih, hiruk-pikuknya kendaraan seperti daerah-daerah Denpasar, Badung, ini kita akan nikmati di sini. Kita nikmati di Tabanan, di sepanjang perjalanan,” katanya.

Pemkab Tabanan, kata Susila, ingin menjadikan daerah tersebut sebagai titik kumpul berbagai komunitas. Konsep itu diharapkan tidak hanya mendatangkan orang, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Bapak Bupati sudah membuatkan ikon Tabanan sebagai titik kumpul. Apa pun komunitas ini yang ada di wilayah ini, bahkan di seluruh Indonesia, bahkan dunia sekalipun, silakan datang ke Tabanan,” ujarnya.

Sejumlah spot juga disiapkan untuk komunitas otomotif dan komunitas lainnya.

“Nanti disiapkan spot untuk VW, Willis, dan sebagainya. Kita siapkan di situ karena kita menginginkan titik kumpul ini berdampak kepada UMKM,” kata Susila.

Menurutnya, kegiatan komunitas menjadi salah satu cara untuk menghidupkan sektor usaha masyarakat.

“Ini yang kita hidupkan. Walaupun dari sisi PAD-nya masih kecil, tetapi kalau masyarakatnya bahagia, itulah yang lebih penting,” ujarnya.

Susila juga melihat kegiatan touring dapat menjadi promosi pariwisata yang berjalan secara alami. Para peserta dapat mengabadikan perjalanan, mengunjungi destinasi, kemudian membagikan pengalaman mereka melalui media sosial.

“Tentu teman-teman komunitas VW ini nanti menikmati perjalanan, termasuk ada beberapa spot-spot desa wisata yang dilalui. Pasti ada foto-foto juga, di-share lewat media sosial, sehingga ini juga memperkenalkan Tabanan,” katanya.

Ia menilai promosi tersebut berpotensi menarik wisatawan untuk mengunjungi destinasi lain di Tabanan.

“Dampaknya Tabanan kita pasti akan kedatangan para wisatawan dari spot-spot yang sudah kita miliki, baik Tanah Lot, kemudian Gunung Agung, kemudian Jatiluwih. Di sepanjang perjalanan itu juga diperkenalkan desa wisata-desa wisata, termasuk Ciputra hari ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Viral di Medsos! WNA Inggris Jadi Korban Modus Ban Bocor di Pecatu, iPhone Raib Digondol Pemotor Scoopy

Di tengah agenda touring, VLIP #6 juga membawa misi sosial. Sebanyak 100 paket sembako disiapkan untuk masyarakat Tabanan yang membutuhkan, termasuk warga lanjut usia. Bantuan tersebut diserahkan di Kantor Bupati Tabanan.

Susila mengapresiasi aksi tersebut karena kegiatan komunitas tidak berhenti pada aktivitas touring, tetapi turut memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Tadi sudah saya dengar, ada penyerahan sembako kepada teman-teman, saudara-saudara kita yang masih belum bisa menikmati seperti kita ini dibantu dengan sembako. Ini luar biasa,” katanya.

Ia juga mengingatkan peserta agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama karena rombongan akan melintasi sejumlah jalan desa.

“Pesan Pak Bupati, saling menjaga, tetap jaga jarak, aman, perhatikan ritme konvoi dan selalu pantau rekan di belakang kita melalui kaca spion,” ujarnya.

Susila meminta komunitas Volkswagen menjadi contoh dalam berkendara secara tertib dan menghormati pengguna jalan lainnya.

“Tunjukkan bahwa komunitas VW adalah pelopor keselamatan berkendara. Berikan prioritas pada pengguna jalan lain dan hormati kearifan lokal daerah yang kita lewati,” katanya.

Sementara itu, General Manager Ciputra Group, William Ciputra, mengatakan pihaknya bersyukur Ciputra Beach Resort dipercaya menjadi bagian dari penyelenggaraan VLIP #6.

“Berasa syukur banget kita bisa diberikan kehormatan untuk menggelar event ini. Memang untuk Ciputra Group selalu penting kita kembali, kita memberikan kembali kepada tetangga kita, kepada tuan rumah kita. Tanpa mereka, perkembangan ini semua tidak ada,” kata William.

Menurut William, keberadaan masyarakat dan komunitas menjadi bagian penting dari perkembangan kawasan. Karena itu, hubungan antara pengembang dengan lingkungan sekitar harus dibangun melalui dukungan dan manfaat bersama.

“Maka kita perlu saling melindungi, saling support,” ujarnya.

William mengatakan Ciputra Group juga ikut mendukung kegiatan sosial dalam rangkaian VLIP #6, termasuk penyaluran bantuan kepada warga Tabanan.

Baca Juga :  K3S Denpasar Bersama Bank BPD Bali Serahkan Bantuan Paket Sembako Kepada Veteran

“Penerimanya semua dari warga Tabanan, pedagang-pedagang, komunitas. Kita mendukung seluruh komunitas di Tabanan,” katanya.

Pelaku UKM juga dilibatkan di sejumlah titik kegiatan, termasuk kawasan Jukung yang menjadi salah satu lokasi berkumpulnya peserta.

Tak hanya menjadi lokasi kegiatan komunitas, Ciputra Beach Resort juga terus dikembangkan sebagai kawasan terpadu. William menyebut luas kawasan saat ini mencapai sekitar 60 hektare dan terdapat opsi perluasan hingga 20 hektare.

“Total luasan area ini 60 hektare, tapi ada opsi untuk perluas lagi 20. Jadi ada total 80 hektare,” jelasnya.

Berbagai fasilitas juga terus disiapkan untuk mendukung aktivitas penghuni maupun pengunjung.

“Mudah-mudahan kita bisa memperluas tanah ini lagi supaya kita bisa buat lapangan yang cantik, yang mewah, di mana semua orang bisa berkumpul bersama,” ujar William.

Ia menambahkan pengembangan kawasan mencakup gedung, kafe, dan fasilitas lain yang dapat digunakan masyarakat maupun pengunjung.

“Sekarang kalau kita lihat di situ ada gedung lagi, kita membuat satu kawasan, kita membuat kafe-kafe, kita membuat banyak fasilitas yang bisa dukung siapapun yang ingin kunjung ke tempat ini,” katanya.

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan tersebut. William mengatakan zona hijau akan dipertahankan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Zona hijau memang kita incar sesuai peraturan, 20-an persen. Tapi memang untuk memberi hunian sekelas dunia, pelestarian itu penting banget. Kehormatan bagi lingkungan penting banget,” tegasnya.

Menurut William, perhatian terhadap lingkungan menjadi bagian dari strategi Ciputra Group dalam mengembangkan kawasan yang berkualitas.

“Ini bagian dari strategi kita untuk memberikan produk-produk terbaik dan berstandar Ciputra dan berstandar Indonesia,” pungkasnya.

Kehadiran VLIP #6 di Tabanan akhirnya tidak hanya menjadi perjalanan ratusan pencinta Volkswagen. Rute dari Ciputra Beach Resort menuju sejumlah destinasi wisata menjadi ruang promosi langsung bagi Tabanan, sementara keterlibatan UMKM dan penyaluran bantuan sosial membuat kegiatan komunitas ini turut membawa manfaat bagi masyarakat setempat. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here