World Cleanup Day Serentak di Enam Lokasi, Bupati Sutjidra Tekankan Disiplin Kelola Sampah dari Sumber

0
48
Balinetizen.com, Buleleng
Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Buleleng terus memperkuat gerakan kebersihan lingkungan melalui pelaksanaan Jumat Bersih yang digelar serentak di enam lokasi, Jumat (11/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Pemkab Buleleng terhadap World Cleanup Day (WCD) Tahun 2026 sekaligus Gerakan Buleleng Bersih Sampah Tahun 2026.
WCD menyasar  Lingkungan Desa Baktiseraga, Kelurahan Banjar Tegal, Kelurahan Beratan, Kelurahan Banjar Bali, Kelurahan Banyuasri, Kelurahan Banjar Jawa. pada kesempatan Ini Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra , Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna Bersama Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra dan Ketua Pengadilan Negeri Singaraja I Made Bagiarta turun langsung melaksanakan aksi bersih – bersih di Desa Baktiseraga dan di lingkungan Kelurahan Banjar Tegal.
Bupati Sutjidra mengatakan, pelaksanaan Jumat Bersih tidak hanya berorientasi pada kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pengelolaan sampah dari sumber menjadi hal penting untuk dilakukan secara konsisten, sehingga sampah yang dihasilkan rumah tangga maupun aktivitas masyarakat dapat ditangani dengan baik dan tidak berakhir dibuang sembarangan.“Kegiatan hari ini seperti biasa kita melaksanakan Jumat Bersih. Ada enam lokasi yang kita sebar, melibatkan OPD dan Sekretariat Daerah untuk mengawasi serta berpartisipasi aktif melakukan pembersihan. Bersamaan dengan itu, kita memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam mengolah sampah berbasis sumber,” ujar Bupati Sutjidra.
dirinya menambahkan, masih ditemukan masyarakat yang belum disiplin dalam pengelolaan sampah, termasuk membuang sampah secara sembarangan. Kondisi tersebut perlu ditangani bersama melalui edukasi berkelanjutan dan aksi nyata di lapangan. Pada kegiatan kali ini, penataan lingkungan juga dilakukan dengan merapikan sejumlah bambu kering yang berpotensi membahayakan warga.“Masih banyak masyarakat yang belum disiplin dalam pengelolaan sampah. Ini harus kita selesaikan bersama. Termasuk bambu-bambu kering yang ada di lingkungan masyarakat, segera kita rapikan dan angkut karena selain mengganggu kebersihan juga berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegasnya.
Melalui moment WCD , Bupati Asal desa Bontihing ini berharap gerakan kebersihan tidak berhenti pada kegiatan gotong royong, tetapi tumbuh menjadi budaya masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mengelola sampah secara bertanggung jawab dari sumbernya.“kegiatan kebersihan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan gotong royong, tetapi dapat tumbuh menjadi budaya masyarakat. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab harus dimulai dari sumbernya, sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman,” Tutup Bupati Sutjidra. (rls)
Baca Juga :  Polda DIY Tangkap Mahasiswa PTN Ternama Penyebar Video Mesum Pacarnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here