Anjing Mati Mendadak Setelah Gigit Tiga Warga Baler Bale Agung

0
51

 Balinetizen.com, Jembrana

Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) kembali terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali. Teranyar tiga warga Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara digigit anjing.

Anjing peliharaan diketahui mendadak mati setelah terjadi kasus gigitan ke tiga yang dialami korban berinisial Bayu berusia 23 tahun.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) pada Dinas Peternakan, Pertanian dan Pangan (P3) Pemkab Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta menyampaikan, bahwa pihaknya mengetahui kasus tersebut setelah mendapat informasi dari petugas puskesmas dan selanjutnya mendatangi rumah korban.

Dari penuturan korban, kata dia, kasus gigitan pertama dialami oleh warga berinisial Ni Komang Ayu S (42). Korban digigit di bagian jari jempol tangan kanan pada Selasa (8/9/2026) ketika memandikan anjing.

Kemudian, Sabtu (12/9/2026), anjing menggigit anak berusia 15 tahun berinisial CF Try Sandi. Korban digigit pada bagian jari jempol tangan kiri saat mencari kutu anjing. Sedangkan korban ketiga berinisial DS Bayu (23). Ia digigit di bagian siku tangan kiri saat anjing akan dipindahkan ke tempat lain pada hari Senin (14/9/2026).

Setelah menggigit korban ketiga (Bayu), tidak berselang lama anjing diketahui mendadak mati. Dan di tubuh anjing berumur sekitar kurang lebih 4 bulan juga ditemukan luka.

“Senin siang sekitar pukul 11.15 langsung pengambilan sampel. Luka di tubuh anjing mungkin sempat digigit anjing atau HPR lain,” sebutnya.

Dari keterangan korban sekaligus pemilik, sambungnya, anjing belum pernah divaksin dan juga tidak menunjukan gejala klinis seperti mengamuk atau berprilaku aneh. “Korban sudah mendatangi rumah sakit dan puskesmas,” imbuhnya. (Komang Tole)

Baca Juga :  Angka Kesembuhan Pasien Meningkat, Hari Ini 13 Orang Sembuh, Pasien Positif Covid - 19 Bertambah 29 Orang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here