BI Bali: Penjualan Eceran Agustus Tumbuh, Peak Season Pariwisata Dorong Daya Beli

0
62

Balinetizen.com, Denpasar

Kinerja penjualan eceran di Bali diprakirakan tetap kuat pada Agustus 2026. Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memperkirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 berada pada level 129,2, atau meningkat 0,5 persen secara month-to-month (mtm).

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan eceran Bali masih berada dalam level optimis, dengan indeks di atas 100. Penguatan penjualan terutama ditopang aktivitas pariwisata yang memasuki periode peak season, mobilitas masyarakat, serta meningkatnya kegiatan sosial dan adat.

Sebelumnya, pada Juli 2026, IPR Bali tercatat sebesar 128,6, meningkat 1,7 persen (mtm).
Peningkatan penjualan pada Juli terutama terjadi pada kategori sandang sebesar 7,9 persen, makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,9 persen, serta barang budaya dan rekreasi sebesar 3,5 persen.

Kepala Perwakilan BI Bali, Achris Sarwani menjelaskan peningkatan tersebut mencerminkan tetap kuatnya permintaan ritel selama periode libur sekolah serta meningkatnya aktivitas pariwisata Bali yang memasuki periode puncak kunjungan.

“Aktivitas pariwisata menjadi salah satu faktor penting yang menjaga momentum konsumsi masyarakat di Bali,” ungkapnya.

Periode peak season pada Juli hingga September 2026 turut mendorong permintaan terhadap berbagai barang dan jasa.

Kondisi tersebut juga sejalan dengan kinerja perekonomian Bali. Pada Triwulan II 2026, ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, serta aktivitas sektor pariwisata.

Dari sisi harga, inflasi Bali pada Juli 2026 tercatat 2,42 persen (yoy), menurun dibandingkan bulan sebelumnya dan masih berada dalam sasaran inflasi nasional.
Sementara itu, inflasi Bali pada Agustus 2026 tercatat 3,45 persen (yoy) dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen ± 1 persen.

Baca Juga :  Sekda Alit Wiradana Lepas Jalan Sehat Sanur Fiesta 2024

Kondisi tersebut dinilai masih mendukung terjaganya daya beli masyarakat sehingga konsumsi rumah tangga tetap memiliki ruang untuk tumbuh.

IPR Agustus Diprediksi Naik 0,5 Persen
BI Bali memprakirakan IPR Agustus 2026 mencapai 129,2, meningkat 0,5 persen dibandingkan Juli.

Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh penjualan pada kategori bahan bakar kendaraan bermotor, barang budaya dan rekreasi, serta suku cadang dan aksesori.

Selain aktivitas pariwisata, momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia turut meningkatkan mobilitas masyarakat. Berbagai kegiatan sosial dan adat di Bali juga ikut mendorong permintaan terhadap sejumlah komoditas ritel.

Namun, pelaku usaha tetap perlu mencermati perkembangan harga. Ekspektasi harga umum untuk tiga dan enam bulan mendatang menunjukkan peningkatan.

Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk Oktober 2026 tercatat 198, sedangkan untuk Januari 2027 mencapai 200.
Optimisme pelaku usaha terhadap prospek penjualan ritel Bali masih terjaga meskipun mengalami moderasi dibandingkan survei sebelumnya.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) yang masih berada di atas level 100.

Untuk tiga bulan mendatang atau Oktober 2026, IEP tercatat sebesar 180, sedikit menurun dibandingkan ekspektasi sebelumnya yang mencapai 184.

Sementara IEP enam bulan mendatang atau Januari 2027 berada di level 188, turun dari 198 pada survei sebelumnya.

Meski mengalami moderasi, pelaku usaha masih melihat prospek penjualan ritel Bali akan meningkat. Aktivitas pariwisata dan konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama yang menopang keyakinan tersebut.

Optimisme itu juga didukung oleh pertumbuhan kredit pada Lapangan Usaha Perdagangan yang hingga Juli 2026 tercatat tumbuh 1,86 persen (yoy).

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga :  Dukung Percepatan Penerbitan, DPMPTSP Kota Denpasar Rancang Sistem Perijinan Terintegrasi

Sinergi tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan.
BI Bali juga akan terus memperkuat strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan konsumsi dan perekonomian Bali.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here