Cekcok Soal Rolling Door Berujung Maut, Pria 25 Tahun Tewas Ditusuk Obeng di Kerobokan

0
112

Balinetizen.com, Badung

Seorang pria bernama Rikardus Juwandi (25), asal Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia setelah diduga ditusuk menggunakan obeng oleh rekan kerjanya berinisial AF. Peristiwa berdarah tersebut terjadi di sebuah spa dan salon kecantikan di Jalan Batu Belig, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 19.00 WITA.

Korban mengalami luka serius di bagian pelipis kanan hingga tidak sadarkan diri. Meski sempat dilarikan ke RS Garba Med untuk mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Jenazah Rikardus kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula ketika korban sedang mengerjakan proyek perbaikan sejumlah ruangan di tempat kerjanya. Sementara itu, AF yang diketahui bekerja sebagai teknisi diduga datang dalam kondisi mabuk.

Keduanya kemudian terlibat cekcok setelah korban menegur AF terkait kerusakan pintu rolling door. Kakak korban, Agustinus Namin (32), sempat berusaha melerai pertengkaran tersebut.

Namun, situasi berujung tragis. Saat Rikardus berjalan meninggalkan lokasi, AF diduga mengikuti korban dari belakang dan menusukkan obeng ke bagian pelipis kanan.

“Pas korban berjalan, pelaku dari belakang tusuk pakai obeng tepat di bagian pelipis kanan,” ujar seorang kerabat korban, Senin (19/10/2026).
Polisi Benarkan Penusukan di Kuta Utara
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana, membenarkan peristiwa penusukan yang mengakibatkan Rikardus Juwandi meninggal dunia tersebut.

Menurut Sukadana, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban dan terduga pelaku sama-sama bekerja di lokasi kejadian. Perselisihan di antara keduanya diduga berawal dari kesalahpahaman yang kemudian berujung pada kekerasan.

“Hasil pemeriksaan sementara, mereka sama-sama kerja di sana mungkin ada mis komunikasi di antara mereka akhirnya terjadi pemukulan dan pas pelakunya bawa obeng,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Hadiri Pamelaspasan Padma dan Gedung UWP Sila Kertha Raharja, SMA Rintisan Hindu Pertama Di Jembrana

Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan yang berujung fatal akibat perselisihan. Polisi masih mendalami kejadian tersebut untuk mengungkap secara lengkap kronologi dan penyebab pasti insiden yang merenggut nyawa pria asal Manggarai itu.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here