Balinetizen.com, Denpasar
Nanda Novita, pegawai SPBU di Bali yang viral setelah terlibat adu mulut dengan Gubernur Bali Wayan Koster, akhirnya buka suara. Ia mengaku, kemarahan yang terekam dalam video viral tersebut merupakan luapan kelelahan setelah dirinya bersama rekan-rekan harus melayani masyarakat di tengah antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) hingga 24 jam.
Saat ditemui di Denpasar, Senin (19/10/2026), perempuan paruh baya asal Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat, itu menjelaskan bahwa para pegawai SPBU sudah bekerja dalam kondisi kelelahan. Bahkan, saat insiden terjadi sekitar pukul 01.00 WITA, mereka masih harus melayani antrean kendaraan yang belum berhenti.
“Saat itu kita sudah lelah. Sudah jam 01.00 dini hari tetapi belum berhenti juga. Tiba-tiba datang Pak Koster suruh buka 24 jam. Capek, Pak. Teman-teman yang lain sudah pada sakit. Makanya keluar kata-kata seperti itu,” ujar Nanda.
Ia menjelaskan, ucapan yang terlontar saat itu merupakan ekspresi kemarahan dan kelelahan setelah berhari-hari menghadapi situasi antrean BBM yang panjang.
Menurut Nanda, dalam peristiwa tersebut Koster tidak banyak berbicara. Ia menyebut Gubernur Bali hanya meminta agar pelayanan SPBU tetap berlangsung selama 24 jam.
“Dia tidak bertengkar. Dia hanya omong: Diam kamu. Setelah itu tidak ada lagi kata-kata yang keluar,” ungkapnya.
Setelah insiden tersebut, Nanda bersama rekan-rekannya kembali menjalankan tugas dan melayani pelanggan seperti biasa.
Nanda mengakui bahwa selama sekitar sepekan menghadapi antrean panjang BBM, pegawai yang bekerja di luar jam kerja mendapatkan insentif berupa uang lembur.
Namun, menurut dia, tambahan penghasilan tersebut tidak sebanding dengan kelelahan fisik yang dirasakan para pekerja akibat harus melayani masyarakat dalam waktu panjang.
Kondisi tersebut menjadi latar belakang luapan emosi Nanda ketika Koster datang ke SPBU pada dini hari. Ia menegaskan bahwa kemarahannya saat itu bukan berarti dirinya menyimpan dendam terhadap Gubernur Bali.
Meski sempat terlibat adu mulut, Nanda mengaku tidak menaruh dendam kepada Koster.
Nanda bersama beberapa rekannya yang sempat menjadi sorotan publik setelah video adu mulut dengan Koster viral di media sosial juga terlihat diundang saat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengunjungi Depo Pesanggaran, Denpasar.
Namun, belum diketahui secara pasti tujuan kehadiran Nanda dan rekan-rekannya dalam kegiatan tersebut. Apakah mereka diundang untuk mengikuti proses mediasi, mendapatkan apresiasi, atau keperluan lainnya, belum ada keterangan yang dapat memastikan hal itu.
Dalam kegiatan tersebut, tidak terlihat adanya agenda khusus terkait para pegawai SPBU tersebut saat Bahlil menyampaikan keterangan kepada awak media di depan kantor Depo Pesanggaran.
Insiden yang melibatkan Nanda Novita dan Gubernur Bali Wayan Koster terjadi pada Rabu malam, 14 Oktober 2026, di SPBU 54.801.48, Jalan Diponegoro, Denpasar.
Peristiwa itu menjadi viral setelah rekaman video memperlihatkan seorang pegawai perempuan menyampaikan keberatannya dengan nada emosional ketika Koster meminta SPBU tetap beroperasi selama 24 jam di tengah antrean BBM.
Pegawai tersebut menyuarakan kelelahan yang dialami para pekerja setelah menghadapi antrean kendaraan yang panjang. Nanda Novita mengakui bahwa dirinya merupakan salah satu pegawai yang bersuara keras dalam insiden tersebut.
Peristiwa itu kemudian menjadi perhatian publik di tengah persoalan antrean dan ketersediaan BBM di Bali.
Pengakuan Nanda memberikan gambaran lain di balik video viral tersebut, yakni kondisi kelelahan para pekerja SPBU yang harus tetap memberikan pelayanan ketika permintaan BBM meningkat dan antrean kendaraan berlangsung hingga dini hari.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

