Kasus Dugaan Korupsi Jaspel Bakal Seret Level Kasi Hingga Petinggi

0
465
Ilustrasi Korupsi

Balinetizen.com, Denpasar-

 

Terkuaknya borok RS Mangusada, Badung, Bali mengejutkan banyak pihak. Bagaimana tidak, rumah sakit yang selama ini dikenal bagus,elit dan wah teraebut disinyalir menyimpan koruptor yang merugikan negara puluhan miliar. Seperti berita sebelumnya, kasus dugaan korupsi itu bermodus operandi pemotongan uang Jasa Pelayanan (Jaspel) para dokter.
Informasi dari sumber di lapangan, Jumat (31/1) uang pemotongan jaspel itu dikumpulkan dan selanjutnya mengalir kemana mana. “Saya dapat data, uang itu mengalir dari level kasi sampai petinggi baik rumah sakit maupun lainnya, makanya saya sebut terstruktur dan kronis, ibaratnya kanker, akarnya sudah menyebar seluruh tubuh,” tutur sumber sembari meminta namanya dirahasiakan demi keamanan.
Informasi sumber lain, menyebutkan kasus ini mulai merepotkan pihak manajemen dan petinggi Pemkab Badung. Pihak manajemenpun membantah dan menyebutkan pembagian jaspel sudah sesuai Perbup berdasarkan kesepakatan bersama manajemen dan staf fungsional.
Lantas apa kata penyidik Tindak Pidana Korupsi Polda Bali? Subdit III Tipikor, Dit Reskrimsus Polda Bali tak mau ambil pusing. Malah Kasubdit III Tipikor yang dikomando IB Putu Wedana Jati menegaskan tetap akan melanjutkan penyelidikan perkara ini. “Kami masih melanjutkan pengumpulan dokumen dan klarifikasi pihak terkait,” ujarnya singkat.
Informasi lainnya menyebutkan, dalam pemotongan jasa pelayanan di RS Mangusada, manajemen memang berpatokan pada Perbup. Namun dalam teknis pelaksanaannya, manajemen menggunakan aturan yang dipelintir sehingga merugikan dokter dan staf. “Perbup ini dimodivikasi dan dipelintir manajemen,” tegas sumber di lingkungan RS Mangusada.
Disebutkan, manajemen selalu berdalih adanya kesepakatan bersama manajemen dan staf fungsional. Namun yang menjadi pertanyaan kesepakatan tersebut dibuat berdasarkan apa? Pasalnya pihak dokter merasa tidak pernah menandatangani kesepakatan tersebut. “Coba dicek siapa yang tandatangan kesepakatan itu. Kami merasa tidak pernah sepakat soal itu. Itu hanya dalih saja,” tegasnya.
Ditambahkannya, selama ini dokter dan staf yang mengetahui praktek pemotongan jaspel tersebut memilih bungkam daripada dikenakan sanksi dari pihak rumah sakit. Para dokter memilih jalur aman supaya tidak ditendang dari rumah sakit terbesar di Badung ini. “Ya taulah bagaimana kondisi di RS Mangusada ini. Lebih baik bungkam daripada ditendang dari RS sementara manajemen bisa mengganti dengan dokter kontrak,” sebut sumber sambil tertawa kecil.
Sumber tersebut menambahkan dengan terkuaknya praktek yang dilakukan manajemen ini, bakal ada perubahan hingga berimbas pada perbaikan pada nasib dokter,staff maupun pegawai yang bertugas di RS Mangusada. “Kami sangat bersyukur praktek kotor ini bisa terungkap. Kami berharap pihak kepolisian bisa memproses perkara ini secara profesional, pelakunya harus diproses sesuai hukum,” pungkasnya.

Baca Juga :  AWK Lapor Polisi Terkait Pemukulan Terhadap Dirinya Saat Aksi Demo di Kantor DPD RI Bali

 

Editor : SUT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here