
Balinetizen.com, Jembrana-
Lima orang warga Kabupaten Jembrana positif Covid-19 di rawat di rumah sakit Umum (RSU) Negara.
“Kelimanya memang positif (Covid–19), tapi mereka dalam kondisi baik” ujar juru bicara (Jubir)Â Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Jembrana , dr I Gusti Agung Putu Arisantha, Minggu (12/4) di Posko Covid-19 Jembrana.
Bersama Wakil Ketua I Gugus Tugas Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok dan Wakil Ketua II AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa serta Sekretaris Gugus Tugas I Ketut Eko Susila Artha Permana, dalam keterangan persnya Arisantha mengatakan positif Covid-19 di Jembrana sebenarnya ada 6 kasus. Dari 6 kasus itu, 5 orang dirawat di RSU Negara dan 1 orang dirawat di RS Sanglah.
“Yang dirawat di RS Sanglah itu warga Jembrana, tapi lama menetap di Denpasar. Dia memiliki riwayat ke luar negeri” terangnya.
Dari hasil kesepakatan dengan Gugus Tugas Denpasar lanjutnya, pasien yang dirawat di Sanglah tidak dicatat di Jembrana, namun langsung ditangani oleh Gugus Tugas Denpasar dengan maksud menghindari tumpah tindih dalam pencatatan data.
Ia menjelaskan penambahan satu kasus positif Covid-19 adalah warga Kecamatan Mendoyo berdasarkan hasil pemeriksaan swab Laboratorium RSUP Sanglah.
“Hasil swab labnya keluar kemarin. Pasien ini juga memiliki riwayat bekerja di luar negeri, tapi dia terinfeksi dari kasus (positif Covid-19) yang di Melaya” ungkap Arisantha.
Arisantha menjelaskan meskipun secara klinis sudah tidak ada gejala seperti sesak atau panas, seorang pasien dinyatakan negatif atau sembuh, jika pasien tersebut sudah menjalani swab sebanyak dua kali dan hasilnya tetap negatif.
Sementara jumlah kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebanyak 10 orang. Dari 10 orang itu 6 orang dirawat di RSU Negara (5 diantaranya positif) dan 1 orang dirawat di RS PTN Unud serta 3 orang sembuh.
“Yang dirawat di RS PTN Unud hasil screening Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali di Bandara Ngurah Rai” jelasnya.
Sedangkan ODP (Orang Dalam Pemantauan) di Jembrana sambungnya, sebanyak 129 kasus, yang mana 80 orang diantaranya masih dalam pemantauan dan melakukan isolasi mandiri serta 49 orang sudah selesai dipantau atau sehat.
Terkait ketersediaan alat rapid test, Arisantha mengatakan sampai hari ini jumlah rapid test yang tersisa 475 dari sebelumnya 1100 buah. Karena sudah terpakai sebanyak 625 buah.
“Kita mendapat tambahan alat rapid test dan APD (Alat Pelindung Diri) dari Provinsi Bali. Rencananya datang hari ini, jadi jumlahnya belum tahu” terangnya.
Alat rapid test tersebut nantinya akan disebar di sepuluh puskesmas di Jembrana namun dalam jumlah yang terbatas sekitar 20 rapid test untuk setiap puskesmas dan yang lainnya di RSU Negara.
Pewarta : Komang Tole
Editor : Mahatma Tantra
