Balinetizen.com, Denpasar
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan dari Provinsi Bali Ketut Kariyasa Adnyana menyerahkan Alat Pengamanan Diri (APD) kepada Plt Direktur Rumah Sakit Daerah Wangaya dr. Dewa Putu Alit Parwita, M.kes, Denpasar, Senin (13/4) di Denpasar.
Bantuan APD diterima langsung oleh Plt Direktur RS Wangaya didampingi oleh jajaran direksi. APD yang diberikan berupa masker, sanitizer dan Baju pelindung atau pengaman, serta sejumlah sarung tangan.
Anggota Komisi IX Kariyasa Adnyana juga mengungkapkan bahwa kasus Covid-19 sudah menjadi pandemi Global. Karena itu, penanganan serts pemutusan penyebaran Covid-19 harus dilakukan dengan desiplin pribadi, serentak dengan semangat gotong royong.
Kariyasa Adnyana di Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan mengatakan secara umum yang jadi masalah rumah sakit rumah sakit di Indonesia adalah ruang isolisai, alkes, dan alat test atau rapid test. Sebanyak 15.000 PCR sudah diserahkan oleh pemerintah pusat melalui kementrian kesehatan ke selutuh wilayah Indonesia.

Ia mencontohkan Runah Sakit Wangaya. Rumah sakit ini perlu menambah ruang isolasi bagi pasien dalam pengawasan. Mengingat pula di Denpasar positif Covid-19 cukup tinggi. Karena itu, perlu ada persiapan yang dilakukan rumah sakit ini bagi warga Denpasar.
 APD di RS Wangaya ini mutlak diperlukan oleh masyarakat dalam posisi orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Selaku pribadi Ketut Kariyasa membantu sekitar 75 unit APD, dan 20 liter Sanitizer.
Pembuatan APD menurut Kariyasa bahan bakunya sangat sulit didapat. Namun kita bisa atasi. Anggaran kesehatan sudah ada 75 Triliun.
Plt Direktur RS Wangaya Dewa Putu Alit Parwita mengatakan, APD di RS Wangaya menjadi kebutuhan utama bagi para medis dan medis. Ia menyebut kasus positif virus corona Di Denpasar sudah terjadi transmisi lokal. Untuk itu, di RS Wangaya juga ada upaya peningkatan standarisasi pelayanan PDP dan peningkatan penanganan pasien positif Covid-19.
Menurut Direktur RS Wangaya, jumlah ODP 94 orang, PDP sebanyak 7 orang, Positif Covid-19 ada 2 orang. Satu orang sudah dirujuk ke rumah sakit Unud di Jimbaran, satunya lagi masih dirawat di Wangaya.
Kendala yang dihadapi, kata Dewa Parwita dengan adanya transmisi lokal di wilayah Denpasar ini perlu berhati hati dalam penanganan kasus covid-19. “Kami sudah meningkatkan pengamanan dan penanganan di RS Wangaya,” kata Direktur RS Wangaya.
Dikatakan, APD berupa masker bedah bisa menghabiskan 1.500 s.d 2.000 masker per hari. Untuk pasien covid-19Â tersebut dalam perawatan bisa menggunakan BPJS. Bagi warga yang tidak punya BPJS juga akan dipakai fasilitas BPJS.
Kariyasa menambahkan, apa yang jadi kebutuhan di daerah terus diperjuangkan di DPR RI. “Rapid test, masker, alat ventilator, dan yang penting adalah gotong royong. Disiplin diri masing masing warga perlu ditingkatkan, pakai masker, jaga jarak dan tinggal di rumah,” kata Kariyasa Adnyana.
Editor : Sutiawan

