Pemulung Bekasi Minta Perhatian Pemerintah

0
683
Komunitas Plastik Untuk Kebaikan hari ini melanjutkan pendistribusian bantuan sembako, masker, hand sinitiser dan produk kebersihan kepada pemulung di tiga wilayah di Bekasi, yaitu di Bantar Gebang, Rawa Semut dan Duren Jaya.

Balinetizen.com, Nusantara-

 

Komunitas Plastik Untuk Kebaikan hari ini melanjutkan pendistribusian bantuan sembako, masker, hand sinitiser dan produk kebersihan kepada pemulung di tiga wilayah di Bekasi, yaitu di Bantar Gebang, Rawa Semut dan Duren Jaya. Sebelumnya, Komunitas yang mengusung visi tata kelola sampah plastik ini membagikan paket bantuan untuk pemulung dan petugas kebersihan di Tangerang Selatan. Program yang dinamakan #SembakoUntukPahlawanLingkungan ini membagikan 500 paket untuk 3 wilayah, yaitu Bekasi, Tangsel dan Jakarta.

“Kami melihat pemulung saat ini berada dalam kebingungan karena mereka sulit menjual plastiknya. Banyak Pelapak yang telah pulang kampung karena pabrik-pabrik daur ulang juga banyak yang telah tutup. Dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar, tidak banyak juga sampah plastik yang bisa mereka pungut,” ujar Rusmarnie Rusli Koordinator Komunitas Plastik Untuk Kebaikan saat ditemui di Bantar Gebang.

Pendapat Surya dibenarkan oleh Ningsih, Ibu dua anak yang telah memulung di Rawa Semut, Bekasi selama 15 tahun. “Pendapatan kami menurun drastik, selain karena semua larangan keluar rumah, semua kegiatan juga dibatasi. Sudah susah mencari sampah plastik, menjualnya juga makin sulit karena bos pelapak sudah banyak yang pulang kampung. Sekarang untuk menyambung hidup keluarga, kami mencari kangkung atau bayam liar di sekitar tempat tinggal kami, “ ujar Ningsih
“Pada Saat wabah seperti ini, para pemulung tidak dianggap, beda sekali dengan saat pilkada, banyak yang mendatangi kami untuk mencari dukungan suara. Sampai hari ini belum ada wakil rakyat atau pemerintah yang memberi perhatian akan nasib kami. Belum ada yang mendatangi kami untuk didata sebagai penerima bantuan,” tambah ibu dua anak ini lagi.

Di Bantar Gebang terdapat lebih kurang 11.000 orang yang berprofesi sebagai pemulung dan ada sekitar 60% sudah memiliki KTP Bekasi. Sisanya adalah pendatang yang masih memegang KTP daerah asal.
“Kami bersukur masih banyak yang peduli. Selain sumbangan anggota komunitas dan masyarakat, kami juga mendapat donasi dari perusahaan dan ormas seperti Aqua, Unilever, Pengurus Aisiyah Bekasi dan Anak Negeri Trip Adventure,” ujar Marni lagi Diah Lestari Budiarti MKes, selaku perwakilan Majelis Kesehatan PP Aisyiyah yang juga mewakili PDA Bekasi dan rumah Sehat Ibu Anak Aisyiyah, mengaku sangat berterima kasih dengan program #SembakoUntukPahlawanLingkungan yang digagas oleh Komunitas Plastik Untuk Kebaikan ini. “Saat ini yang diperlukan masyarakat adalah kepedulian terhadap sesama. Sekecil apapun bantuan itu akan diapresiasi oleh masyarakat”, ujar Diah
Arif Mujahidin Direktur Komunikasi Danone di Indonesia mengaku senang bisa turut berkontribusi dalam penanganan wabah COVID 19 ini. “Kami ucapkan terimakasih atas inisiatif KPUK, kami yakin inisiatif ini sangat membantu masyarakat terdampak wabah COVID 19 ini. Semoga inisiatif dan kerjasama antar permangku kepentingan bisa diteruskan dalam kerangka gotong royong untuk saling membantu dan saling jaga antar sesama anak bangsa.”
Arif menambahkan Danone Indonesia telah berkomitmen untuk membantu penanganan wabah COVID 19 melalui kerjasama dengan berbagai komponen termasuk pemerintah daerah, rumah sakit, organisasi kesehatan maupun organisasi sosial kemasyarakatan lain. Bantuan diberikan berbentuk aneka alat kesehatan maupun makanan dan minuman.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Launching Penyerahan BLT PPKM Darurat Kabupaten Badung

 

Editor : SUT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here