Pedagang di Pasar Umum Gianyar Mulai Bersih-bersih, Los Dibongkar dengan Ongkos Rp 500 Ribu

0
474
Sejumlah los atau tempat berjualan bagi pedagang di Pasar Umum Gianyar mulai dibongkar dan dibersihkan, Minggu (17/5/2020).

Balinetizen.com, Gianyar-

 

Sejumlah los atau tempat berjualan bagi pedagang di Pasar Umum Gianyar mulai dibongkar dan dibersihkan, Minggu (17/5/2020) hal ini dilakukan mengingat akan dilakukannya revitalisasi Pasar Umum Gianyar. Untuk membongkar los tersebut, rata-rata para pedagang meroggoh kocek sebesar Rp 500 Ribu hingga Rp 600 Ribu. Biaya tersebut belum termasuk biaya angkut dagangan ke tempat relokasi pasar di Kelurahan Samplangan.
“Dari petugas di Pasar katanya tanggal 24 Mei 2020 ini los sudah harus bersih dan barang dagangan sudah harus dipindahkan ke tempat relokasi di Samplangan, kalau saya sendiri sudah melakukan pembokaran los sejak lima hari yang lalu karena dagangan saya cukup banyak. Jadi butuh waktu untuk mengangkutnya,” ujar salah satu pedagang kain di Pasar Umum Gianyar, I Nyoman Nata.
Bahkan karena proses pembongkaran los membutuhkan waktu yang cukup lama, beberapa pedagang mengaku sudah beberapa hari tidak berjualan. “Saya sudah satu minggu tidak berjualan,” katanya.
Sedangkan salah satu pedagang lainnya, Ibu Wayan mengatakan bahwa dirinya memerlukan biaya Rp 500 Ribu untuk melakukan pembongkaran los. “Biaya tukangnya Rp 500 Ribu, belum lagi sewa mobil untuk angkut barang dagangan ke lokasi relokasi di Samplangan,” ujarnya.
Bahkan, beberapa pedagang masih tetap buka untuk berjualan dan mengatakan akan segera melakukan pembokaran losnya sebelum tanggal 24 Mei nanti. “Saat ini masih berjualan pak, tapi sebelum tanggal 24 saya pasti akan pindah,” ungkap Ibu Made salah satu pedagang alat upakara.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, Luh Gede Eka Suary mengatakan bahwa tidak ada kompensasi terkait pembongkaran los para pedagang “Pembongkaran itu tanggung jawab pedagang sendiri, karena dari dulu yang di sewa los terbuka, bukan berisi tebeng-tebeng (sekat-red),” pungkasnya.

 

Baca Juga :  Warga Panik, Gudang Rongsokan di Renon Terbakar Hebat

Pewarta : Ketut Catur
Editor : Mahatma Tantra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here