
Balinetizen.com, Jembrana-
Warga atau penumpang yang akan masuk Bali melalui Penyebrangan Pelabuhan Gilimanuk wajib membawa hasil rapid test non reaktif (negatif). Jika tidak, akan langsung dipulangkan. Persyaratan ini juga berlaku bagi semua pengemudi kendaraan maupun pengendara roda dua.
Untuk sopir maupun kernet kendaraan angkutan logistik, rapid test bisa dilakukan di Gilimanuk. Namun khususnya bagi yang tidak membawa hasil rapid test non reaktif (negatif).
Hal ini disampaikan Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, Rabu (10/6).
Menurutnya sejak diberlakukan rapid test terhadap sopir maupun kernet angkutan logistik, rekor penggunaan rapid test tertinggi terjadi pada Selasa (9/6) kemarin sebanyak 1947 alat rapid test.
Sedangkan penggunaan alat rapid test pada hari hari-hari biasa dan pasca Idul Fitri hanya kisaran 1000 sampai 1200-san alat rapid test.
“Dari 1947 orang yang dirapid test kemarin, ada satu orang yang dinyatakan reaktif (positif) rapid test” imbuhnya.
Terhadap yang bersangkutan kata dia, sudah langsung dirujuk ke Wisma Bima Kuta, Badung karena yang bersangkutan merupakan salah satu warga kabupaten/kota di Provinsi Bali.
“Sesuai protap memang begitu. Jika warga Jembrana dirujuk ke RSU Negara. Kalau diluar Jembrana, dirujuk ke Wisma Bima Kuta Badung” terangnya.
Menurut Arisantha, lonjakan sopir dan kernet angkutan logistik yang harus dirapid test sempat membuat petugas medis yang bertugas di dua Posko Rapid Test di TIC areal Patung Siwa di Gilimanuk kewalahan. Kendati petugas medis di masing-masing posko telah ditambah.
“Sekarang masing-masing posko setiap shiftnya ada 10 orang yang bertugas. Sebelumnya 3 orang” ujarnya.
Mereka yang bertugas lanjutnya, tenaga medis yakni perawat dan analis dari beberapa puskesmas di Kabupaten Jembrana. Mereka bertugas dibagi dalam tiga shif.
Secara kumulatif, jumlah rapid test yang sudah digunakan di dua posko di Gilimanuk sejak 5 April 2020 lalu hingga Selasa (9/6) sebanyak 27.666 alat rapid test. Dari jumlah itu, 65 orang diantaranya dinyatakan reaktif (positif) rapid test.
Pewarta : Komang Tole
Editor : Mahatma Tantra
