Dukung Kajian Siswa Belajar Tatap Muka, Emiliana Sri Wahjuni: Siswa Bukan “Burung dalam Sangkar”

0
391

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Emiliana Sri Wahjuni.

Balinetizen.com, Denpasar

Pemerintah Kota (Pemkot) mewacanakan akan mengkaji kemungkinan membuka sekolah dengan memberlakukan metode pembelajaran secara tatap muka di dalam kelas. Hal ini berangkat dari pemikiran sejumlah daerah di Denpasar sudah masuk zona hijau Covid-19.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Emiliana Sri Wahjuni  merespon positif recana kajian ini. Namun diharapkan kajian dilakukan dengan matang dan komprehensif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan aspek kesehatan agar siswa maupun guru dan warga di lingkungan sekolah tidak terpapar Covid-19.

“Ini positif, saya support. Tapi prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko yang komprehensif harus dikedepankan. Jangan sampai nanti malah kontraproduktif dan sekolah malah berpotensi jadi klaster baru penyebaran Covid-19,” kata Emiliana Sri Wahjuni, Sabtu (8/8/2020).

Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini mengaku mendukung penuh kajian membuka kembali sekolah dan adanya pembelajaran tatap muka di kelas. Sebab memang siswa juga sudah rindu kembali bersekolah.

“Saya support karena anak-anak juga butuh udara yang segar, butuh teman-teman, mereka butuh berhubungan sosial. Siswa baru masuk sekolah seperti kelas 1 SD dan kelas 1 SMP,  itu mereka harus beradaptasi dengan teman-teman baru,” kata Emiliana Sri Wahjuni.

Menurutnya para siswa ini tidak cukup hanya bersosialisasi secara online, bertemu lewat Google Meet atau aplikasi Zoom. Apalagi terkadang memakai metode pembelajaran online dianggap tidak manusiawi dan juga memiliki sejumlah keterbatasan.

“Jadi kalau sekolah dibuka, siswa harus betul-betul menjalankan protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.  Apabila ketemu guru mereka menggunakan waktu yang sudah ditentukan dan jumlahnya dan jam belajarnya dibatasi. Itu yang disosialisasikan mulai sekarang dan kita tidak mau terus-terusan belajar secara online,” papar Srikandi DPRD Denpasar dari PSI ini.

Baca Juga :  PJ Gubernur Bali, Diharapkan Membawa Perspektif Baru Kepemimpinan

Penting pula memastikan siswa yang datang ke sekolah adalah mereka yang benar-benar sehat. Kemudian harus ada ijin dari orang tua dan harus ada SOP kesehatannya.

“Saya senang kalau anak-anak ke sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan, karena mereka makhluk sosial bukan seperti burung dalam sangkar,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan, sosial dan tenaga kerja, kebersihan dan pertamanan, pariwisata dan lain-lain ini.

Ia pun menyarankan ke depan rencana pembukaan sekolah harus dilakukan secara bertahap dan berjenjang sesuai tingkat kedewasaan dan tingkat pemahaman terhadap karakteristik virus Corona atau Covid-19 dan paham cara pencegahannya serta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi harus dibuka bertahap dari tingkat SMA/SMK dulu. Baru tingkat SMP dan terakhir SD,” kata Anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar Selatan ini.

Jika memang sekolah akan dibuka, Emiliana Sri Wahjuni juga meminta pemerintah dan pihak sekolah menyiapkan sarana prasarana atau fasilitas pendukung untuk penerapan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan hingga sekat pelindung di tiap meja siswa.

“Apabila dilihat seperti di China, setiap meja itu ada sekat-sekat pelindung dan semua fasilistas sekolah harus steril serta bersih,” ujar tokoh perempuan yang sangat konsern di dunia pendidikan serta isu-isu kesejahteraan perempuan dan anak.

Ia pun berharap harus ada SOP yang jelas yang diberitahukan kepada siswa dan orang tua siswa. Dengan sosialisasi yang jelas akan berjalan lancar. “Bila pemerintah tidak siap dengan SOP kesehatan, risiko akan lebih besar untuk Kota Denpasar,” tandas Emiliana Sri Wahjuni. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here