Ket Foto : Sang Made Mahendra Jaya
Balinetizen.com, Denpasar
Bali memiliki PJ Gubernur Sang Made Mahendra Jaya, hari ini, 6 September 2023, bertepatan dengan raina Buda Kliwon Pahang, Buda Kliwon Pegatwakan, aed “penutup” perayaan, “yasa kerthi” raina Galungan – Kuningan.
Rasanya peristiwa ini bukanlah sesuatu yang kebetulan, istilah Jawanya “gutak gatik gatuk, sekadar dicocok-cocokkan dan kemudian ditempelkan makna terhadap peristiwa yang direlasikan dengan waktu.
DAUH AYU ini, diharapkan PJ Gubernur membawa perspektif baru kepemimpinan Bali dalam kurun waktu satu setengah tahun ke depan, menyebut beberapa:
Pertama, meletakkan pemahaman peradaban Bali tidak bias ke ukuran fisik proyek, yang telah menyerap dana besar, merusak lingkungan fisik dan spiritual dan belum tentu memberikan kemanfaatan memadai buat masyarakat lokal dalam artian ekonomi dan sosial kultural.
Kedua, mengembalikan kebijakan publik ke hakekat dasarnya, memberikan kemaslahatan publik sesuai amanat konstitusi, tidak dijadikan istrumen peningkatan elektabilitas politik yang banal, dalam politik anggaran dan penentuan prioriritas penggunaan dana-dana publik.
Ketiga, mendorong bertumbuhnya proses demokrasi yang sehat, menghindarkan terjadinya proses demokrasi yang cacat, melalui penciptaan suasana yang kondusif bagi proses pengawasan oleh parlemen, media yang lebih profesional dan independen dan juga gerakan masyarakat sipil.
Keempat, dalam masyarakat dengan tradisi paternalistik yang kuat, berorientasi panutan, peran pemberi suri teladan semestinya lebih ditonjolkan, bukan suasana, nuansa yang dipersepsikan sebagai pembawa friksi dan punya potensi melahirkan perpecahan.
Kelima, pemimpin yang lebih banyak mau mendengar, karena sebagian profesi di Bali adalah komunitas yang mengerti duduk permasalahan, trampil berinovasi, relatif cerdas merespons masa depan.
Bukan tampil (maaf) sok tahu, “nyapa kadi aku” dan menafikan peran kalangan profesional yang telah berkontribusi nyata dalam dinamika ekonomi dan kebudayaan Bali dalam perjalanan sejarahnya.
Jro Gde Sudibya, anggota MPR RI Utusan Daerah Bali 1999 – 2004, ekonom, pengamat ekonomi dan kebijakan publik.

