Balinetizen.com, Jembrana
Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jembrana bertambah tujuh (7) kasus. Penambahan tujuh (7) kasus positif Covid-19 ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha dalam keterangan pers, Kamis (3/9).
Dari tujuh (7) kasus ini kata Arisantha, dua (2) orang sempat melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 asal Desa Pengambengan yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.
Kedua orang ini lanjutnya, seorang dokter perempuan berusia 29 tahun asal Kelurahan Sangkaragung. Dokter ini sempat merawat pasien yang meninggal dunia sewaktu menjalani perawatan di Puskesmas Pengambengan.
“Yang satu orang lagi merupakan anak kedua dari pasien meninggal dunia yang sudah dimakamkan dengan protokol Covid-19 di pemakaman umum Desa Pengambengan” jelas Arisantha.
Sedangkan penambahan tiga (3) orang lainnya diantaranya satu keluarga berasal dari Desa Baluk merupakan klaster dari bidan yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19.
Ketiga pasien ini terdiri dari ibu dari bidan. Orang tua kandung bidan ini berusia 46 tahun. Selanjutnya anak laki-laki dari bidan yang berusia 14 tahun dan keponakan bidan yang berusia 4 tahun.
“Bidan ini bertugas di Puskesmas I Negara. Ia terkonfirmasi positif pada 29 Agustus lalu” jelasnya.
Sementara dua pasien lainnya seorang pria masing-masing berusia 40 tahun asal Kelurahan Loloan Timur dan berusia 36 tahun dari Desa Banyubiru. Keduanya teronfirmasi positif dari hasil swab.
“Hari ini juga dipulangkan empat pasien karena sembuh. Mereka sebelumnya dirawat di RSU Negara” imbuhnya.
Dengan penambahan tujuh (7) kasus dan empat pasien dipulangkan kini jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Jembrana sebanyak 157 orang. Dari jumlah itu sebanyak 105 pasien sudah sembuh dan tiga orang meninggal dunia.
Sedangkan 49 orang lainnya masih menjalani perawatan diantaranya 28 pasien dirawat di RSU Negara, 4 orang menjalani isolasi mandiri di Hotel Jimbarwana, 2 orang dirawat di Denpasar dan 15 orang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan pengawasan dari tenaga medis Gugus Tugas, puskesmas dan surveilance. (Komang Tole)

