Pariwisata Batam Dibuka Mendahului Bali, Bukti KBS-ACE Gagal Lobi, AMD: Masihkah Bali Barometer Pariwisata Nasional?

0
2163

Foto: Agung Manik Danendra AMD (kanan) bersama Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali I Nengah Yasa Adi Susanto, saat berbincang  menyoal Bangkitkan Ekonomi Bali BEB di Sekretariat AMD Center Denpasar, Rabu (24/3/2021).

Balinetizen.com, Denpasar

Tokoh humanis merakyat Agung Manik Danendra AMD yang juga pelaku bisnis property dan pariwisata sempat kaget mendengar pemberitaan pariwisata Bali masih akan dibuka setelah Batam-Bintan.

Ada hal menarik yang menjadi pertanyaan terkait dengan geliat ekosistem pariwisata di Bali yang terkesan mengabaikan Bali sebagai destinasi Wisata Dunia dan memprioritaskan Batam dan Bintan sebagai prioritas utama.

Pemerhati ekonomi kerakyatan Bali bernama lengkap Dr.A A Ngurah Manik Danendra S.H.,M.H.,M.Kn.,yang akrab disapa AMD  tokoh milenial dari Puri Denpasar ini saat ditanya tim jurnalis mengenai pandangannya terkait dengan hal tersebut,  yang saat dihubungi Rabu siang (24/3/2021) mengatakan dirinya sedang bersama Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali I Nengah Yasa Adi Susanto di Sekretariat AMD Center.

“Ini saya bersama Pak Ketua PSI Bali sedang bincang bincang mengenai pariwisata Bali dan ekonomi Bali yang terpuruk,  akan bersinergi dan berkolaborasi bersama-sama Bangkitkan Ekonomi Bali BEB dengan berbagai program untuk kemajuan Bali”, sebut AMD saat membuka pembicaraan.

AMD menyebut bahwa berkantornya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno di Bali telah memberi angin segar pariwisata Bali bisa segera bertumbuh. “Namun yang kita lihat Bali masih belum yang diutamakan,” sesal AMD.

“Saya tidak tahu Gubernur Bali KBS dan Wakil Gubernur Cok Ace yang notabene Ketua PHRI Bali dalam lobby beliau seperti ada kegagalan atau bukti gagal lobby? Memang Kita harus melihat dalam skala yang lebih besar, perkara siap atau tidak siap, prioritas atau non-prioritas, tapi lebih kepada concern terhadap kemajuan Bali,” ujar AMD.

Baca Juga :  Mengawali Tahun 2020, BPBD Buleleng Tanggulangi Pohon Tumbang dan Distribusi Air Bersih Ke Pemuteran

 

Sebagaimana diketahui, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sedang  mengupayakan pembukaan Travel Corridor Arrangement (TCA) yang melibatkan akses Lagoi di Pulau Bintan serta Nongsa di Pulau Batam. Diharapkan pembukaan akses ke dua destinasi pariwisata di Pulau Batam dan Bintan dapat mendorong bergeraknya roda ekonomi.

“Hal ini juga menimbulkan pertanyaan di benak saya pribadi terkait dengan kritisnya kondisi Bali yang sangat terpuruk. Namun saya berusaha menalar dengan jernih agar jangan sampai terkesan bahwa KBS-ACE dalam kapasitas beliau gagal melakukan lobby untuk bangkitkan ekonomi pariwisata Bali,” papar AMD menjelaskan pemikirannya.

“Dalam kondisi seperti ini  kita terpancing pada titik pemikiran bahwa KBS-ACE gagal, ataupun Janji Palsu PHP, mungkin ini bagian dari proses penyadaran semata bahwa masyarakat Bali harus bergerak sendiri. Karena pada nyatanya saya melihat bahwa Bali mulai beradaptasi meski diabaikan”, ungkap AMD sambil tersenyum.

“Faktanya, ekosistem ekonomi lokal bergerak dalam skala sekitar, UMKM juga semakin kreatif, dan kita tetap bisa beryadnya, walau dengan himbauan Bapak Gubernur Bali. Meski kita diabaikan masih mampu berdiri dan survive”, lanjut AMD meyakinkan.

“Tapi bagi saya, mungkin ada baiknya berkaca dari kondisi ini untuk menjadi titik tolak langkah selanjutnya bagi semua program untuk Bali Ekonomi Bangkit (BEB) tersebut. Ini sekaligus juga mengingatkan bagaimana kita harus bersikap tanpa disadari kehilangan rasa hormat. Kalau dilihat dari skala kepentingan dari sisi kita, semestinya Bali memperoleh prioritas dan diperjuangkan untuk terlebih dahulu dibuka sebagai TCA Pilot,” lanjut AMD.

Saat ditanya mengenai pendapatnya terkait dengan kesiapan dibukanya gerbang pariwisata, dengan tangkas AMD menjawab,”Soal kesiapan nampaknya bukan ranah saya untuk menjawab. Saya hanya menyampaikan pandangan saya dari sisi ekonomi masyarakat dan potensi permasalahan yang mungkin timbul, sekarang masyarakat Bali dalam keadaan susah sudah saatnya pemimpin daerah jangan tebar pesona dan PHP,” tangkis AMD .

Baca Juga :  WNA Ausie Ngaku Tentara dan Miliki Sejumlah Senjata Ditangkap di Bali

“Pada prinsipnya saya mendukung program pemerintah karena saya bukan pengambil kebijakan. Tapi harus dicermati apakah mungkin pesona Bali sudah bukan menjadi Barometer Pariwisata Nasional? Dan ini sudah saatnya berbenah dan memperbaiki sumber daya kita. The Show Must Go,” jelas AMD menutup pembicaraan. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here