Di Jembrana Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Desa

0
444
Balinetizen.com, Jembrana 
Kabupaten Jembrana, Selasa (20/9/2021) sore hingga malam diguyur hujan deras. Akibatnya terjadi banjir dan tanah longsor. Hujan mulai turun sekitar pukul 16.00 hingga pukul 20.30 Wita.
Data dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jembrana sedikitnya musibah longsor terjadi di tiga desa yakni di Banjar Kemuning, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Di Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo dan di Banjar Pengajaran, Desa Berangbang, Kecamatan Negara.
Di Desa Manistutu dan Yehembang Kauh, longsor sempat menutup akses jalan desa. Namun kini sudah teratasi setelah warga bersama petugas BPBD bergotong royong membersihkan tanah. Sedangkan di Berangbang sebagian bahu jalan desa jebol namun tidak mengganggu akses jalan.
Hujan deras juga merusak rumah warga diantaranya rumah Achmad Midiono di Kelurahan Banjar Tengah, dimana atap rumahnya jebol. Dan tembok belakang rumah Komang Widi Sastra di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, jebol akibat tanah longsor.
Hujan deras juga mengakibatkan banjir. Data pada BPBD Jembrana, banjir terjadi di 13 titik diantaranya di Banjar Tembles Desa Penyaringan, Mendoyo Dauh Tukad, Kelurahan Pendem, Desa Dangintukadaya, Desa Yehembang, Desa Pengambengan, Desa Kaliakah, Desa Batuagung, Kelurahan Baler Bale Agung, Kelurahan Loloan Barat dan Kelurahan Loloan Timur.
Banjir juga terjadi disejumlah ruas jalan seperti Jalan Ngurah Rai, Jalan Surapati dan ruas jalan utama Denpasar-Gilimanuk diantaranya Jalan Udayana di timur Polsek Negara, Jalan Sudirman, Sebual di Desa Dangintukadaya, depan SPBU di Mendoyo Dauh Tukad, Jalan raya Tembles di Desa Penyaringan dan jalan utama depan Puskesmas II Mendoyo di Desa Yehembang.
Kalaksa BPBD Jembrana Putu Agus Artana Putra mengatakan musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Jembrana. Bahkan banjir juga terjadi disejumlah titik ruas jalan utama Denpasar-Gilimanuk.
“Malam kemarin kita fokus di jalan utama Denpasar-Gilimanuk. Air mulai surut sekitar pukul 23.00” terang Agus, Selasa (21/9/2021).
Dua kawasan yang menjadi langganan genangan air menurutnya juga sudah dilakukan penyedotan seperti di Desa Pengambengan dan Kelurahan Baler bale Agung.
“Dari laporan yang masuk, longsor terjadi di tiga desa, tapi tidak ada korban jiwa. Untuk data pasti, kami saat ini masih melakukan pendataan bekerjasama dengan kepala kewilayahan” pungkasnya. (Komang Tole)
Baca Juga :  Polresta Denpasar Berhasil Ungkap 47 Kasus Kriminalitas Selama Mei 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here