Balinetizen.com, Tabanan
Penantian panjang masyarakat Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan selama 60 tahun untuk memiliki akses jalan penghubung akhirnya terwujud. Pembukaan jalan baru sepanjang 1,26 kilometer dengan lebar 5 meter ini resmi dikerjakan secara swadaya untuk menghubungkan Banjar Dinas Munduk Dawuh dan Banjar Adat Puring.
Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta, menyatakan bahwa momentum pembukaan akses jalan ini menjadi catatan sejarah penting bagi warga setempat. Proyek ini berjalan berkat kerelaan para pemilik lahan yang menghibahkan sebagian tanahnya demi kepentingan umum, didampingi oleh kader Demokrat seluruh Bali.
”Hampir 60 tahun masyarakat di sini mengidam-idamkan akses jalan ini. Hari ini badan jalan sudah mulai dibuka dengan alat berat. Kehadiran jalan ini akan mempermudah akses warga menuju fasilitas umum seperti sekolah, Puskesmas, hingga jalur logistik hasil pertanian seperti salak, cokelat, kelapa, dan pisang,” ujar Mudarta saat membuka secara resmi pembukaan lokasi proyek, Sabtu (12/9).
Pembangunan jalan desa yang ditargetkan rampung dalam satu bulan ini murni bersumber dari iuran gotong royong kader Partai Demokrat Bali tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN. Proyek ini mencakup pembersihan lahan, pemadatan dengan limestone, hingga tahap pengaspalan.
Kepala Desa (Perbekel) Sangketan, I Nyoman Sugiarta, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada para pemilik lahan yang tulus melepaskan tanahnya, serta kepada inisiator pembukaan jalan, Made Sukawijaya.
Meski menyambut baik bantuan swadaya tersebut, Sugiarta juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan keluhan terkait kondisi infrastruktur jalan kabupaten di wilayahnya yang rusak berat, seperti ruas jalan Tegal Bingin menuju Pura Tambowaras dan Pucak Sari.
”Kami selalu mengusulkan perbaikan jalan kabupaten ini melalui Musrenbangcam dan aplikasi SIPD, namun belum juga terealisasi. Padahal akses tersebut sangat vital. Kami berharap ada perhatian berkelanjutan untuk infrastruktur di desa kami demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Sugiarta.
Proyek perintisan jalan swadaya ini diharapkan dapat menekan biaya logistik hasil pertanian warga Sangketan sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi lokal di Kecamatan Penebel.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

