Balinetizen.com, Jembrana
Ratusan sopir truk dari 14 komunitas truk se-Bali penuhi Terminal Kargo Gilimanuk, di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, Selasa (22/2/2022).
Kedatangan mereka untuk menolak Pasal 277 Undang-Undang nomor 22 Tahun 2009 terkait Over Dimensi dan Over Load (ODOL). Aksi damai para sopir dan pemilik truk dimulai sekitar pukul 09.00 dan berakhir sekitar pukul 14.00 Wita.
Aksi sempat diwarnai dengan pemblokiran jalan depan SPBU Gilimanuk sekitar pukul 10.30 sehingga menimbulkan kemacetan. Kejadian tersebut memicu adu mulut. Dan selang beberapa menit, para sopir kembali diarahkan ke Terminal Kargo Gilimanuk.
Oka Mardana alias Pelo, koordinator aksi dalam orasinya akan melayangkan beberapa tuntutan ke Presiden RI diantaranya merevisi pasal ODOL (Pasal 277) dalam Undang-undang nomor 22 Tahun 2009. Dan juga meminta menghapus mafia odol di lapangan dan ditempat pengujian serta jembatan timbang.
Sedangkan Koordinator Gerakan Aliansi Pengemudi Bali, Sugi Hartoyo mengatakan bahwa sebagai keseriusan aksi tersebut pihaknya akan melakukan mogok masal dengan tidak melakukan bongkar muat barang selama tiga hari dimulai hari ini, Selasa (22/2/2022) sampai Kamis (24/2/2022).
“Kita mau membuktikan bahwa driver logistik adalah pejuang ekonomi. Biar mereka merasakan bagaimana kalau kami tidak beroperasi atau tidak bongkar muat selama 3 hari” ungkapnya.
Ia juga meminta agar penindakan dari petugas tidak timpang tindih, dimana jika perusahaan besar melanggar, tidak ditindak dan penindakan hanya untuk sopir biasa.
Setelah aksi orasi, perwakilan sopir truk diajak bernegosiasi dengan pihak kepolisian, dimana Polres Jembrana di backup oleh Polda Bali bersama Pelaksana UPPKB Cekik.
Suasana negoisasi berjalan cukup alot dimana para sopir meminta kebijakan khusus selama belum ada kepastian dari pusat segala pelanggaran terkait ODOL ditiadakan.
Setelah dilakukan mediasi yang dihadiri oleh Waka Polres Jembrana Kompol Marzel Doni S, Kasubdit Gakkum Dit Lantas Polda Bali Kompol Rahmawati dan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, para sopir truk kemudian membubarkan diri.
Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba usai mediasi dihadapan para sopir mengatakan bahwa dirinya akan membahasnya di internal daerah terlebih rencana akan kedatangan para petinggi pemerintah pusat ke Jembrana.
Dan hari ini Selasa (22/2/2022) sambungnya, akan datang Sandiaga Uno dan besok kedatangan Bapak Kasal dan tanggal 25 Februari 2022 Menko Marintim.
“Hasil pembahasan nanti akan ditembuskan kepada para aliansi sopir truk. Apa yang menjadi kemauan dari teman teman driver akan disampaikan saat pembahasan tersebut. Nanti saya minta salah satu perwakilan untuk ikut hadir dalam pembahasan itu” ujar Bupati Tamba. (Komang Tole)

