
Balinetizen.com, Buleleng-
Sungguh miris bila mengutak-atik penghasilan petugas kebersihan dan atau pengangkut sampah yang berstatus sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng. Akibatnya pada Jumat (24/7/2020) ratusan orang petugas kebersihan sampah dengan mengendarai truck sampah melakukan aksi demo mendatangi gedung DPRD Buleleng. Aksi demo ini, spontan saja menghebohkan masyarakat khususnya Kota Singaraja.
Di gedung DPRD Buleleng, para petugas kebersihan sampah diterima langsung Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna,SH didampingi Sekretaris dewan Nyoman Dana.
Saat dilakukan dialog, terungkap bahwa para petugas kebersihan sampah mengeluhkan tentang berkurangnya pendapatan dan juga tentang kesehatan maupun hal lainnya.
Seperti yang disampaikan salah seorang petugas sampah bernama Gede Suardika. Menurutnya kedatangan para tenaga pengangkut sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng yang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL), guna mengadukan nasib mereka tentang kebijakan pimpinan yang mengakibatkan berkurangnya pendapatan.
“Kami belum bisa mereka terima kebijakan dari pimpinan. Karena dari tiga puluh hari kerja dalam sebulan, kini berdasarkan kebijakan pimpinan diharuskan libur selama dua hari. Hal ini sudah barang tentu secara otomatis akan mengurangi penghasilan kami disetiap bulannya.” ujarnya.”Jika kami diliburkan dua hari, maka selama dua hari kami tidak dibayar. Artinya selama dua hari hilang penghasilan kami. Hal ini, yaaaa akibat dari kebijakan pimpinan. Kami sangat merasakan sekali dampaknya yaitu pendapatan kami jadi berkurang “ ucap Gede Suardika menegaskan.
Lebih lanjut diungkapkan
tentang rincian penerimaan sebagai tenaga harian lepas. Dikatakan untuk tenaga sopir menerima Rp 75 ribu perhari, sedangkan untuk tenaga angkut selama empat jam kerja, menerima hanya Rp 45 ribu perhari.”Jadi total para sopir dalam sebulan menerima Rp. 2.225.000 dan para pengangkut sampah menerima Rp. 1.350.000. Inipun apabila kami bekerja secara rutin 30 hari. Dan kalau kami mengikuti kebijakan dengan meliburkan kami selama dua hari, maka otomatis berkurang penghasilan kami selama sebulan.” jelasnya.
Dihadapan ketua dewan ini, para petugas kebersihan sampah ini juga berharap agar ada semacam jaminan kesehatan. Mengingat pekerjaannya disampah rentan atau beresiko bagi kesehatan.”Sangat beresiko bagi kesehatan kamu yang kesehariannya harus berhadapan langsung dengan sampah, malahan harus berhadapan dengan benda-benda berbahaya, seperti besipaku dan benda tajam lainnya. Kami sangat vrrharap tentang kesehatan ini diperhatikan.” harap Gede Suardika.”Hal ini sudah pernah disampaikan dalam rapat sekitar bulan Mei lalu antara kami para THL dengan Dinas Lingkungan Hidup. Namun sampai saat ini keluhan kami belum mendapatkan solusi dari pimpinan di dinas.” pungkasnya.
Menanggapi aspirasi, keluhan dan harapan para petugas kebersihan sampah ini, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna menyatakan akan segera melakukan langkah koordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait, untuk membahas permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh para pekerja kebersihan ini. Guna mendapatkan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak, “Kalau terkait dengan anggaran, kami di DPRD tentu akan memperjuangkan dan mudah-mudahan di anggaran perubahan ini kita bisa melakukannya” ujarnya menegaskan.
Dan jika menyangkut hal-hal teknis, menurut Supriatna hal itu ranahnya di Dinas,”Yaaa … kami di Dewan akan berkoordinasi dan memberikan masukan untuk langkah perbaikan,” imbuhnya.
Ketua dewan yang komit terhadap protokol kesehatan, maka pada kesempatan tersebut menyerahkan masker bagi para THL sebagai bentuk perhatian kepada mereka dalam melaksanakan tugas menjaga kebersihan di wilayah Kabupaten Buleleng.
Editor : SUT
