Amanat Penderitaan Rakyat Ala Zohran Mamdani, Tantangan bagi Politisi Muda

0
498

Balinetizen.com, Jakarta –

 

Amanat Penderitaan Rakyat Ala Zohran Mamdani, Tantangan bagi Politisi Muda di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat: ekonomi politik dan kecenderungan masa depan, Sabtu 15 Nopember 2025.

Menurutnya, Politisi muda Partai Demokrat dari sayap sosialis Zohran Mamdani (34) terpilih sebagai wali kota New York, Imigran India yang datang dari Uganda dengan Ayah Gujarati- Muslim dan Ibu Punjabi-Hindu.

“Politisi muda yang melawan arus: melawan kekuatan dominasi oligarki yang nyaris menguasai perpolitikan kota New York dan dominasi lobi Yahudi yang perkasa tidak saja di New York tetapi di hampir seluruh lanskap politik AS,” kata Jro Gde Sudibya.

Dikatakan, Prilaku politik yang tidak pragmatis, tidak membebek kekuatan pemodal dan tidak menjadi “kacung” dari para cukong, yang membuat politik stagnan memihak mereka yang mapan, sehingga masyarakat pekerja yang merupakan mayoritas warga kota New York, tetap menjadi “pelengkap penderita” dalam kemegah-meriahan kota New York yang menjadi simbol dari kejayaan kapitalisme.

Menurut Jro Gde Sudibya, dengan kemampuan “personal-political banding” yang cerdas nan piawai, popularitas menanjak tinggi dalam satu tahun terakhir, memenangkan pertarungan, termasuk dipilih oleh 30 persen warga Yahudi yang sebelumnya dinilai berseberangan dengan ide “keras” dari kampanye Mamdani. Prestasi politik yang luar biasa dari politisi muda yang melawan arus.

Menurutnya, keunggulan dari kampanye Mamdani tentang Amanat Penderitaan Rakyat bagi warga kota New York yang mayoritas kelas pekerja. Agenda politiknya terbungkus dalam kata “Affordability”,Keterjangkauan, menciptakan kehidupan kota New York yang bisa dijangkau oleh mayoritas warga kota yang sebagian besar kelas pekerja.

Dikatakan, kelas pekerja yang dihadapkan ke persoalan ke seharian kehidupan, hidup pas-pasan dalam kehidupan kota yang semakin mahal.

Baca Juga :  Sekda Dewa Made Indra Bersama Ribuan Runners Lari 5K di Bali International Trail Run 2025

Mamdani dalam kampanyenya menjawab persoalan riil kehidupan para pekerja, melalui sejumlah program: pengendalian harga kebutuhan pokok, sewa perumahan yang terjangkau, “universal child care” layanan penitipan anak untuk mendukung pendidikan anak akan digratiskan.

Dikatakan, transportasi publik dibenahi, membuat pelayan bus di kota New York menjadi lebih cepat dan tanpa bayar. Mengenakan pajak tinggi bagi para multi miliader yang sekarang hidup keenakan di kota New York karena beban pajak yang rendah. (Firman Noor, Kompas, 6 November 2025).

Menurutnya, tantangan bagi para politisi muda di sini, meniru pola keberhasilan Zohran Mandani:

a.Punya nyali, keberanian untuk tidak sekadar “membebek”, menjadi “parekan”dari pemimpin partai yang umumnya feodal dan otoriter. Sampaikan pemikiran brilian, berani dan segar sebagai bentuk empati terhadap Amanat Penderitaan Rakyat.

b.Bangunlah karier dari akar rumput, sebagai politisi pedagog, pendidik rakyat terhadap hak dan kewajibannya dan berjuang bersama mereka.

c.Kerja politik merupakan panggilan kehidupan, sebagaimana diteladankan oleh para pendiri bangsa, dan kerja politik adalah keutamaan -political virtue-.

d.Racun dalam kehidupan politik KKN tidak saja harus dijatuhi, tetapi juga harus dilawan.

“Zohran Mamdani (34) telah membuktikan itu dan mengukir sejarah tidak saja bagi kota New York tetapi bagi banyak tempat di belahan bumi lain yang teguh, berani dan trengginas dalam membela nilai-nilai demokrasi,” kata Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat: ekonomi politik dan kecenderungan masa depan.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here