Ancaman PHK Terkait Corona, Harus Ada Ruang Dialog Antara Pengusaha dan Pekerja

0
563
Anggota DPD RI Perwakilan Bali, I Made Mangku Pastika melakukan pertemuan dengan rombongan Federasi Serikat Pekerja pariwisata (FSP Par - SPSI) di kantor DPD RI di Denpasar, Senin (9/3/2020).

 

Balinetizen.com,Denpasar-

 

Setelah sebelumnya melakukan pertemuan dengan para Komponen pariwisata dan sejumlah tokoh dari berbagai profesi yang tergabung dalam Nawacita Pariwisata Indonesia (NCPI), Anggota DPD RI Perwakilan Bali, I Made Mangku Pastika melakukan pertemuan dengan rombongan Federasi Serikat Pekerja pariwisata (FSP Par – SPSI) di kantor DPD RI di Denpasar, Senin (9/3/2020).

“Utamanya kita berharap bencana ini mereda dan hilang agar kita bisa recovery dan meminta komitmen pengusaha terkait dampak epidemi Corona yang akan menggangu stabilitas ekonomi berupa ancaman PHK,” terang Mangku Pastika

Menurutnya, sebaiknya ditempuh berbagai cara dengan dimohonkan kepasa pengusaha untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), Kegiatan tentunya harus berjalan walaupun harus menyesuaikan dengan situasi yang masih ‘Slowdown’, “Sebab dampak PHK akan berpengaruh kepada ekonomi keluarga, bayar cicilan kendaraan nanti banyak yang mangkir, memang diakui bahwa pihak perbankan pasti akan bermasalah jika ada kredit macet namun mestinya ada pembicaraan terkait skema pembayaran seperti jangan sampai ada penarikan paksa unit kendaraan ditengah jalan,” tambahnya.

“Sore ini saya bertemu dengan Federasi Serikat Pekerja pariwisata Bali untuk melakukan pendekatan-pendekatan persuasif dengan pimpinan dari perusahaan pariwisata, hotel, restaurant, spa dan travel biro yanng berkaitan dengan pekerjaan mereka ini,” tuturnya.

Akan tetapi, masalahnya mereka hanya melaksanakan tugas manajerial dan keputusan ada ditangan para owner (pemilik perusahaan.

Namun intinya, para pekerja cuma minta diajak bicara atau diajak berkomunikasi untuk mencari solusinya. “Kami juga menyadari dan tidak menginginkan perusahaan tutup beroperasi namun jangan sampai tiba-tiba ada pengumuman terpampang tanpa ada komunikasi dengan kami sebelumnya,” kata Putu Satya Wira, Ketua FSP Par – SPSI.

Pihaknya mengaku tak ingin melakukan demo mogok kerja jika masih ada peluang dialog, “Namun yang terjadi bahwa pengusaha tidak menginginkan ada demo tapi mereka menutup ruang komunikasi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pameran Seni “Us” (Kita): Kreativitas, Komunitas, dan Persaudaraan Oleh Red Dragonfly Artisan Corner di ARTOTEL Sanur

 

Pewarta : Hidayat
Editor : Whraspati Radha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here