Balinetizen.com, Nusa Dua-
Ayodya Resort Bali resmi meluncurkan program lingkungan bertajuk “Plastic Shreds” pada Kamis (5/12/2025) di Ayodya Beach Club and Grill. Program ini merupakan kerjasama transformatif dengan Diversey Indonesia, perusahaan dari Solenis dimana Plastic Shreds sebuah inisiatif upcycling untuk mengolah sampah plastik sekali pakai di area pantai menjadi barang berguna. Hal ini tidak hanya menjawab krisis pencemaran plastik tetapi juga mengajak para tamu, staf resort, serta komunitas lokal untuk berpartisipasi dalam melindungi lingkungan Bali dan mendukung pariwisata ramah lingkungan di Indonesia.
Ayodya Resort Bali sudah menyediakan Single-Use Plastic Collection Point, titik pengumpulan sampah plastik bagi tamu dan masyarakat. Para tamu dan pengunjung diajak untuk membuang botol plastik, wadah, dan kemasan sekali pakai sesuai jenisnya. Apabila sampah plastik yang terkumpul akan dicacah menggunakan mesin khusus sebelum dimanfaatkan kembali sebagai souvenir cantik.
Langkah ini menjadi sangat penting ketika melihat skala pencemaran plastik di Bali masih sangat memprihatinkan. Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik laut terbesar kedua di dunia dengan estimasi 3,2 juta ton per tahun, sebagian besar merupakan plastik sekali pakai yang berakhir di sungai dan lautan (World Bank, 2023). Di Bali saja, sekitar 480.000 ton sampah plastik sekali pakai diproduksi setiap tahun (UNEP, 2021), yang mengancam keanekaragaman hayati laut, pariwisata, serta mata pencaharian masyarakat lokal yang bergantung pada ekosistem yang sehat.

General Manager Ayodya Resort Bali, Vineet Mahajan, menyampaikan program ini dirancang untuk menjaga kebersihan pantai dan laut sekaligus menumbuhkan kesadaran wisata berkelanjutan di Bali. “Wisatawan datang ke Bali untuk menikmati matahari, pasir, dan laut. Namun hal itu tidak berarti jika pantai dipenuhi botol plastik. Kami ingin memastikan sampah plastik tidak berakhir di laut dan dapat diolah kembali,” ujarnya Vineet.
Vineet menerangkan mesin pencacah plastik memiliki motor berkapasitas tinggi yang memungkinkan pengoperasian secara berkelanjutan, namun pihaknya menjalankannya hanya pada jam kerja, pukul 09.00–18.00, agar dapat digunakan sebagai aktivitas edukasi untuk anak maupun orang tua mengenai dampak plastik sekali pakai.
Melalui program ini, Vineet mengajak para tamu Ayodya Resort Bali untuk berpartisipasi aktif dengan mengambil sampah plastik di pantai dan memasukkannya ke titik pengumpulan. Sampah yang telah dicacah akan di-upcycle menjadi suvenir, yang nantinya dapat dibawa pulang peserta sebagai pengingat untuk menjaga lingkungan. “Kami tidak hanya ingin mengumpulkan sampah, tetapi juga memberikan pesan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab menyelamatkan laut. Edukasi dilakukan setahap demi setahap, dari anak-anak hingga dewasa,” jelas Vineet.
Senada dengan hal tersebut, Deepak Sahni, Marketing & GSA Director ,Southeast Asia, Diversey – A Solenis Company, menyebutkan keberlanjutan adalah perjalanan bersama. Melalui Plastic Shreds, pihaknya bangga dapat bekerja bersama Ayodya Resort Bali untuk mengubah cara plastik sekali pakai dipandang dan dikelola di pusat-pusat pariwisata. “Inisiatif ini lebih dari sekadar daur ulang, ini adalah sebuah tindakan harapan dan pemulihan, membalik arah polusi, serta menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungannya,” tambah Deepak.
Dengan mengintegrasikan inisiatif CSR ini ke dalam operasional harian, Ayodya Resort Bali semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu resort paling bertanggung jawab dan ramah keluarga di Bali. Titik pengumpulan plastik di area pantai tidak hanya membantu mengurangi limbah berbahaya, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi para tamu mengenai upaya pelestarian lingkungan, pariwisata berkelanjutan, serta penghormatan terhadap budaya Bali.
Program Plastic Shreds merupakan kerja sama Ayodya Resort Bali dengan Diversity Indonesia, mitra hotel dalam penyediaan bahan kimia biodegradable dan solusi pengolahan kolam renang. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan pariwisata berkelanjutan dan mendorong kesadaran wisatawan untuk tidak membuang sampah plastik sembarangan, khususnya di destinasi wisata pantai Bali.
Radha/MB

