Bali Kontradiktif, Dulu Jadi Model Pembangunan , Sekarang Ditegur Pemerintah Pusat, Tak Becus Mengelola Sampah

0
237

Ilustrasi

Balinetizen.com, Denpasar

Bali yang Kontradiktif, Dulu Menjadi Model Pembangunan oleh Pemerintah Pusat, Sekarang Ditegur karena tidak Becus Mengelola Sampah.

Hal itu dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat kebijakan publik, Selasa 3 Februari 2026.

Dikatakan, teguran presiden Prabowo Subianto sangat memalukan. Tidak saja bagi saudara Koster tetapi bagi masyarakat Bali secara keseluruhan.

“Di masa lalu banyak menteri menyatakan secara terbuka: Bali sebagai pelataran luar Indonesia karena banyak keunggulannya,” kata Jro Gede Sudibya.

Jro Gede Sudibya menyebut beberapa: industri pariwisata unik berbasis budaya, kearifan Tri Hita Karana menjadi rujukan dalam perumusan pertama UU Tata Ruang dengan tokoh utamanya Emil Salim sebagai Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup.

” Konon Menteri Sutami sangat respek dalam arsitektur sistem irigasi Subak, dan memerintahkan jajaran di bawahnya untuk menyetujui semua proposal anggaran dalam pembenahan sistem irigasi subak, saluran: primer, sekunder dan tersier diserahkan ke sistem Subak,” katanya.

Menurutnya, Ethos kerja petani Bali dalam swasembada pangan jaman Sutami sangat dikagumi, banyak menteri pertanian datang ke Bali untuk belajar, menyebut beberapa Menteri Sudarsono, Sjahfrudin Baharsjah. Sekarang ini semuanya “ambyar” di bawah Bro Wayan Koster.

Dikatakan, sejarah selalu mengingatkan, kepemimpinan yang berhasil bercirikan keberlanjutan -sustainability- belajar dari pemimpin terdahulu dengan plus minusnya, bukan datang dari ruang kosong, hampa nilai, mengklaim diri sebagai “penyelamat”, dan kemudian “ambyar” baca gagal total.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

Baca Juga :  Update, Pasien Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 2 Orang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here