Banjir di Yehembang Kangin Putus Jembatan Gantung Nusamara dan Rusak Senderan Pura

0
463

 

Balinetizen.com, Jembrana-

Hujan deras mengguyur Kabupaten Jembrana, Kamis (4/11/2021) sore hingga malam mengakibatkan jembatan gantung Nusamara di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, putus.

Kondisi ini membuat sejumlah warga terisolir. Pasalnya jembatan gantung Nusamara merupakan akses utama keluar masuk warga Banjar Adat Dauh Tukad, Desa Yehembang Kangin. Banjir juga merusak Balai Tempek Banjar Adat Timbusambi dan merusak sejumlah kolam ikan milik warga.

Dari informasi, banjir mulai terjadi sekitar pukul 19.00. Dan air mulai terlihat surut sekitar pukul 21.00 Wita.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana Putu Agus Artana Putra mengatakan selain membuat putus Jembatan gantung Nusamara, banjir juga merusak senderan Wantilan Pura Puseh Desa Yehembang Kangin dan menghanyutkan ternak warga dan hasil kebun warga.

“Jembatan gantung ini akses utama keluar masuk warga Banjar Adat Dauh Tukad. Jadi sementara mereka terisolir ” ujar Kalaksa Agus Artana, Jumat (5/11/2021).

Pihaknya masih melakukan asesmen sehingga belum bisa memastikan berapa kerugian dari musibah tersebut. “Kami fokus memberikan bantuan. Sambil berjalan kami juga melakukan pendataan” jelasnya.

Perbekel Yehembang Kangin, Gede Suardika membenarkan akibat jembatan gantung Nusamara putus beberapa warganya menjadi terisolir. Di Banjar Sumbul, banjir merendam 15 rumah warga dan 14 KK di Banjar Timbusanbi, Banjar Tegak Gede 1 KK, Banjar Nusamara 1 KK.

Akibat banjir lanjutnya, 1 ekor sapi mati dan 2 ekor sapi milik warga hilang hanyut serta sekitar 12 kolam tambak ikan juga hancur. “Senderan Wantilan Pura Puseh Desa Yehembang dan senderan sungai Tibusambi juga jebol beberapa meter. Senderan sungai Timbusambi itu baru sebulan selesai dibangun” terangnya.

 

Pewarta : Komang Darmadi

Baca Juga :  Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Denpasar,  Jaya Negara Sampaikan Ranperda APBD Tahun 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here