Banjir Menerjang Denpasar, Momentum Koreksi Kebijakan Pembangunan Bali yang Tidak Bersahabat dengan Lingkungan

0
181

Ilustarsi : Banjir di Batubulan

Balinetizen.com, Denpasar

Banjir Menerjang Denpasar, di Sasih Ketiga yang Semestinya Musim Panas, Momentum Koreksi Kebijakan Pembangunan Bali yang Tidak Bersahabat dengan Lingkungan.

Hal tersebut dikatakan Jro Gde Sudibya, pengamat ekonomi dan lingkungan, Rabu 10 September 2025.

Menurutnya, anomali sering terjadi di Bali. Sasih Ketiga dan Kapat mestinya panas terik, sekarang banjir. Rtem (keseimbangan alam terganggu), Dharma pemimpin yang paling bertanggung-jawab. Masyarakat mempertanyakan efektivitas Visi Sat Kerthi Loka Bali?

Dikatakan, dalam teknokrasi pengendalian banjir, semestinya pengendalian sedimen di Tukad Ayung dan “anak-anak” sungainya, semestinya dijadikan prioritas tinggi, oleh pemda: Gianyar, Badung, Kodya Denpasar yang dilewati Tukad Ayung dan “anak-anak” sungainya.

“Prioritas politik anggaran untuk penyelamatan lingkungan, Tri Hita Karana dalam program aksi, tidak lagi sebatas wacana -omon -omon,” kata Jro Gde Sudibya.

Dikatakan, penegakan etika lingkungan telah menjadi keniscaan dan bahkan tuntutan global.

Menurutnya, secara “ala ayuning dewasa, banjir bandang “menerjang Niti Mandala, di raina Pagerwesi, sasih Ketiga Icaka 1947 di menjelang bulan Kartika sasih Kapat, semestinya membuat tuan puan penguasa mawas diri dan koreksi diri dalam keputusan pembangunan yang berimplikasi terhadap lingkungan. Berhenti “memuja” pertumbuhan ekonomi tinggi, mengorbankan lingkungan alam dan lingkungan budaya.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

Baca Juga :  Pemkab Badung Ngaturang Bhakti Penganyar, Serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here