Batu Uji Kritis Kepemimpinan Presiden Prabowo Pasca Kematian Affan Kurniawan

0
236

 

Balinetizen.com, Jakarta

Demonstrasi rakyat di gedung DPR merupakan batu ujian Kritis Kepemimpinan Presiden Prabowo Pasca Kematian Affan Kurniawan.

Hal itu dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi politik, Sabtu 30 Agustus 2025 menyikapi demo rakyat di gedung DPR yang berujung kematian Affan Kurniawan dilindas Kendaraan Taktis kepolisian.

“Sebut saja filosofi kepemimpinan, kabinet ini cacat sejak kelahirannya, karena: “memendam” fenomena matahari kembar yang membuat kepemimpinan tidak akan efektif, politik saling sandera, internal kabinet punya agenda “menggunting dalam lipatan”,” katanya .

Dikatakan, jangankan koordinasi malahan terjadi prilaku “saling meniadakan”, bentuk paling berbahaya dalam manajemen kepemimpinan.

Menurut Jro Gde Sudibya, untuk keselamatan bangsa, Presiden Prabowo seharusnya segera melakukan konsolidasi kekuatan pendukungnya, menemukan kembali kepemimpinan otentiknya, segara membersihkan kabinet dari anasir kontra produktif, menyusun kabinet ramping berbasis kinerja -zaken kabinet-.

Dikatakan, Presiden mesti mengerem idealisme, walaupun penting bagi rakyat (cita-cita sosialistik), karena keterbatasan fiscal, yang bisa menjebak pemerintah ke kesulitan fiscal dengan risiko gagal bayar, bisa menjadi pintu masuk dari risiko negara gagal.

Perlunya, mengkaji ulang pendirian Danantara, kekayaan negara senilai Rp.16,500 T tidak untuk “diperjudikan” di pasar uang global, oleh mereka yang kemampuannya belum teruji dari sisi kemampuan: teknokrasi dan integritas etika moral.

Dikatakan, tidak bermaksud menggurui sekadar mengingatkan sebagai warga: Presiden Prabowo dihadapkan kepada banyak front: internal kabinet yang punya agenda di luar agenda Presiden.

Menurutnya, pemerintahan daerah yang bisa mengambil posisi “membangkang” karena pemotongan dana transfer daerah, persaingan politik di “rimba raya” politik dengan ciri machiavelian, menghalalkan semua cara.

“Ini merupakan PR besar Presiden Prabowo, sebelum mampu menjalankan cita-cita sosialistik yang menjadi dambaan rakyat semenjak Indonesia Merdeka 80 tahun lalu. Semoga MESTAKUNG, Semesta Mendukung langkah trengginas Presiden Prabowo yang ditunggu rakyat,” kata Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi politik.

Baca Juga :  Bersama Media, DPRD Kabupaten Wonogiri Kunjungi DPRD Badung

Jurnalis Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here