BBM Langka di Sejumlah SPBU Bali, Koster Sebut Stok di Depo Masih Aman

0
55

Balinetizen.com, Denpasar

 

 

Gubernur Bali Wayan Koster memastikan Bali tidak akan mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM), meski antrean kendaraan dan kelangkaan BBM terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.

Koster menyebut stok BBM masih mencukupi, sedangkan kendala utama berada pada proses distribusi dari depo menuju SPBU.

Koster menjelaskan, pasokan BBM untuk Bali tersedia di dua depo utama, yakni Depo Manggis di Kabupaten Karangasem dan Depo Pesanggaran di Denpasar. Namun, penyaluran ke SPBU belum berjalan optimal akibat kemacetan lalu lintas dan meningkatnya permintaan masyarakat.

“Pasokannya cukup, tersedia di depo di Manggis dan di Pesanggaran. Tapi distribusi dari depo ke SPBU sedang berjalan mulai kemarin sore, sampai tadi pagi, sampai hari ini juga,” ujar Koster di Hotel Prama Sanur, Selasa (13/10/2026).

Menurut Koster, kemacetan lalu lintas menjadi salah satu faktor yang menghambat pengiriman BBM ke sejumlah SPBU. Kondisi tersebut membuat proses distribusi membutuhkan waktu lebih lama sehingga pengisian kembali stok di SPBU tidak dapat berlangsung secepat biasanya.
“Memang (penyaluran, red) tidak terlalu mulus karena jalan itu kan ada macetnya,” jelasnya.

Selain kendala distribusi, Koster menilai kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan kehabisan BBM turut meningkatkan tekanan terhadap pasokan di tingkat SPBU. Warga yang mendatangi SPBU secara bersamaan membuat stok lebih cepat habis dan memerlukan waktu untuk kembali diisi.

“Nah, ini mungkin karena warga itu takut kehabisan, ramai-ramai sekaligus ke pom bensin. Sehingga suplainya ke SPBU itu habis karena kebanyakan warga yang mengisi kendaraannya. Jadi enggak cukup sehingga bolak-balik. Itu kan butuh waktu,” paparnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Koster mengimbau masyarakat Bali agar tidak panik atau melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Ia menegaskan, ketersediaan stok di depo masih mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan krisis BBM.

Baca Juga :  Korban Mafia Tanah Ajukan Blokir 6 Sertipikat

“Sebenarnya enggak perlu panik karena dipastikan pasokan itu tersedia dan cukup,” tegasnya.

Koster juga memastikan kelangkaan yang terjadi di sejumlah SPBU tidak akan berkembang menjadi krisis BBM di Bali. Ia memperkirakan penyaluran dan ketersediaan BBM di SPBU berangsur normal dalam satu hingga dua hari ke depan.

“Enggak, enggak ada. Untuk Bali saya pastikan untuk ke depan ini enggak,” tandasnya saat ditanya mengenai kemungkinan krisis BBM di Pulau Dewata.

Ia menambahkan, proses pemulihan distribusi diharapkan segera mengatasi antrean kendaraan dan kendala pengisian BBM yang dikeluhkan masyarakat.

“Satu dua hari (ke depan, red) mestinya sudah normal,” imbuhnya.

Untuk memastikan ketersediaan pasokan, Koster mempersilakan masyarakat mengecek langsung stok BBM di kedua depo utama tersebut. Ia kembali menegaskan bahwa pasokan BBM untuk Bali dalam kondisi aman.

“Ya, dijamin aman. Boleh dicek di Manggis sama di Pesanggaran deponya,” pungkasnya.

Dengan demikian, pemerintah daerah meminta masyarakat tetap tenang sembari menunggu distribusi BBM kembali normal. Kelancaran pengiriman dari depo ke SPBU menjadi faktor penting untuk mengurai antrean dan memulihkan pelayanan pengisian BBM di sejumlah wilayah Bali.(ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here